Pasca terjadinya kekerasan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Pamekasan berbuntut panjang.

Akibat dari itu pula, kecaman dan amarah muncul dari kader PMII se Indonesia. Sebagai bentuk solidaritas, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumut, Azlansyah Hasibuan mengintruksikan kader PMII untuk turun ke jalan melakukan aksi damai.

“Saya mengintruksikan kepada seluruh Pengurus Cabang (PC) dan kader PMII se Sumut untuk turun ke jalan pada tanggal 1 Juli nanti. Ini sebagai bentuk solidaritas kita sesama kader PMII,” kata Azlansyah, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut, Azlansyah menjelaskan jika tujuan pihaknya menggelar unjukrasa damai ini untuk mengingatkan Polri sebagai pengayom masyarakat.

“Dipilihnya tanggal 1 Juli itu bersamaan dengan Hari Bhayangkara. Ini sebagai bentuk teguran kami kepada kepolisian untuk kembali ke perannya sebagai pengayom masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan kader PMII di Kabupaten Pamekasan merupakan bentuk penyampaian aspirasi. Sedangkan, apa yang dilakukan Polres Pamekasan menunjukkan kemunduran bagi negara demokrasi.

“Menyampaikan pendapat merupakan hak fundamental yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi,” katanya.

Diakhir, Azlansyah mendesak Kapolri, Jendral Pol Idham Aziz untuk mencopot Kapolres Pamekasan. Menurutnya, Kapolres Pamekasan adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas tindakan represif pengamanan massa aksi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here