Kejaksaan Negeri Medan/RMOLSumut

Kejaksaan Negeri Medan menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara pembunuhan Hakim PN Medan Jamaludin yang diduga dibunuh istrinya dibantu dua orang pelaku lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Dwi Setyo melalui Kasi Pidum Parada Situmorang membenarkan pihaknya sudah menerima SPDP dari Polrestabes Medan terkait perkara tersebut.

SPDP adalah bentuk check and balances dalam menjalankan kewenangan penyidikan. Penuntut umum sebagai pemegang kekuasaan penuntutan mempunyai hak menentukan apakah suatu penyidikan telah lengkap atau belum. Dalam konteks itulah penyidik memberitahukan melalui surat kepada penuntut dimulainya penyidikan.

“Semacam koordinasi saja, karena nanti yang maju (bersidang) kan jaksa,” kata Parada Situmorang, di Medan, Senin (13/1/2020).

Tindak lanjut penerimaan SPDP itu, Kejari Medan kemudian berkordinasi dengan penyidik untuk dilakukannya rekonstruksi peristiwa terjadinya pembunuhan tersebut.

“Hari ini tim bersama Polrestabes Medan dan Kejari Medan menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Kejari Medan terdiri dari Kasi Pidum, Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan,” terang Parada.

Parada menambahkan, proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya untuk digelar persidangan, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke Pengadilan Negeri Medan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti koordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,” kata Kasi Pidum Kejari Medan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here