Foto/Ist

Peristiwa banjir yang terjadi kemarin, Selasa ( 28/1) di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, meninggalkan duka bagi masyarakat Sumatera Utara. Bagaimana tidak sedikitnya tujuh orang tewas, dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang. Ratusan rumah penduduk mengalami kerusakan, ambruk bahkan ada yang hanyut.

Menyadari hal ini, Kepala Cabang ACT Sumut Fadhli Septavianra, segera memerintahkan kepada Ketua MRI Sumut Ali Sahniur untuk berkordinasi dengan staf Program ACT dan pengurus MRI di wilayah Tapanuli Tengah, mengirim tim relawan Tanggap Bencana untuk membantu proses pencarian korban dan membersihkan sisa banjir di sana.

Setelah 2 (dua) orang tim pertama yang diturunkan beberapa menit terjadinya banjir kemarin, hari ini ACT Sumut kembali menurunkan 3 orang relawan terbaik nya ke lokasi. Untuk membantu tim pertama yang sudah tiba terlebih dahulu. Tim pertama dan kedua ini merupakan tim khusus emergensi, yang bertugas untuk membantu petugas serta relawan tanggap bencana lainnya termasuk BPBD (Badan Penanganan Bencana Daerah).

“Kami kirim kan di waktu yang bersamaan ini dua tim sekaligus, dari Tapanuli Selatan belasan relawan telah dipersiapkan dan diturunkan pula ke lokasi bencana banjir. Berhubung di Tapanuli Tengah kita belum memeiliki relawan yang siap diterjunkan ke bencana, ACT pun menurunkan relawan yang ada di kabupaten yang terdekat, yakni dari Tapanuli Selatan,” kata Fadhli.

Fadhli juga menjelaskan, tim yang dari Tapsel, ini merupakan tim ketiga yang sudah disiapkan oleh ACT Sumut. Nantinya, ketiga tim yang diturunkan akan saling berkordinasi di lapangan. Termasuk mengenai pembagian tugas. Di lokasi bencana memiliki peran masing-masing, selain ditugaskan dalam bantuan darurat dan distribusi paket pangan dan obat-obatan, selebihnya juga akan dititik beratkan pada pelayanan posko atau dapur umum serta pelayanan trauma healing untuk anak-anak penyitas banjir.

Kita butuh doa dan bantuan dari para dermawan yang ada di Sumatera Utara, saat ini masyarakat Barus yang menjadi korban banjir, benar-benar sangat membutuhkan kedermawanan kita semua. Perlu diketahui bahwa banjir kali ini cukup dahsyat, dimana beberapa Desa seperti Desa Kampung Mudik yang terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Pasar terkena luapan air Sungai Aek Sirahar mengakibatkan banjir dan terendamnya pemukiman setinggi 2,5 meter.

Lalu Desa Bungo Tanjung terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam Banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis terendam banjir setinggi 2 meter dan Kelurahan Padang Masiang terendam banjir setinggi 2 meter. Terhitung ada sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir, dan ini tentunya menyisakan kerusakan yang tidak sedikit, beberapa jalur atau akses distirbusi pangan pun terganggu.

“Untuk itu bantuan donasi benar-benar sangat dibutuhkan saat ini, setidak-tidaknya untuk memenuhi kebutuhan pangan di dapur umum nantinya,” jelas Fadhli.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here