Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Global Wakaf Corporation (GWC) menggelar kegiatan Forum Sumut Berwakaf bertajuk Bring Your Assets to Jannah, Rabu (27/11/2019) di Medan.

Menurut Presiden GWC, Imam T Saptono, selama ini ada pihak-pihak yang mencoba mengganti literasi wakaf.

“Masyarakat kalau ditanya wakaf pasti tahunya kuburan, madrasah dan mesjid. Tak ada literasi mengenai wakaf produktif, wakaf adalah aset produktif. Mesjid, madrasah dan kuburan itu hanya penerima manfaat dari sebuah objek wakaf produktif,” kata Imam.

Atas dasar itu, GWC akan terus melakukan literasi dan kampanye wakaf. Diharapkan, para pengusaha mulai mewakafkan perusahaannnya.

Presiden ACT, Ibnu Hajar mengatakan umat Islam tak perlu takut lagi dalam mengelola dana wakaf.

“Banyak orangg ketakuatan mengelola dana wakaf, para khalifah membuat program untuk mensejahterakan ummatnya, sumbernya dari wakaf,” kata Ibnu.

Hal senada juga dikatakan Kepala Cabang ACT Sumut, Fadhli Septavianra, menurutnya wakaf memiliki makna yang luar biasa.

“Wakaf memiliki makna yang luar biasa, Al Azhar bisa berdiri tegak karena wakaf, begitu juga waktu Mesir kesulitan ekonomi, Al Azhar yang membantu,” kata Fadhli.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here