Guna percepatan penanganan virus corona (covid-19), Pemerintah Kota (Pemko) Medan diketahui sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar.

Namun, dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar, Pemko Medan tidak bisa berbuat banyak, khususnya dalam membeli alat pelindung diri (APD).

Pelaksanaan Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengaku APD seperti hand sanitizer, masker, cairan disinfektan dan lainnya adalah barang langka untuk saat ini.

Meski punya uang, Akhyar mengaku tidak bisa membeli APD. Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi pabrik pembuatan alkohol atau etanol serta distributor masker.

“Di sana mereka produksi alkohol, cuma stok terbatas, itupun sudah dipesan instansi lain. Pembelian bahan baku untuk pembuatan hand sanitizer itu pun dibatasi, hanya instansi yang boleh, itupun dengan surat resmi,” ujar Akhyar, di Medan, Kamis (26/3/2020).

“Punya uang tapi tidak bisa membeli,” tegasnya.

Menurutnya, ada bantuan APD dari pemerintah pusat. Namun, ia tidak tahu apakah APD dari pemerintah pusat mencukupi kebutuhan yang ada.

Untuk diketahui jumlah warga Medan masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), positif virus corona terus mengalami peningkatan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here