Keluhan para atlet atas masih minimnya fasilitas pelaksanaan SEA Games 2019 membuat pihak paniti meminta maaf. Keluhan yang muncul mulai dari penanganan atlet, termasuk keluhan tentang tim sepak bola yang tidur di lantai, keterlambatan bandara dan atlet yang mengeluh kelaparan.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini atau jika saya dapat menyebutnya ketidakefisienan atau kesalahan koordinasi,” kata ketua komite penyelenggara SEA Games seperti dimuat The Guardian.

Pengguna media sosial Filipina telah membandingkan upaya tuan rumah di Filipina dengan kegagalan Fyre Festival yang spektakuler dan mahal di Bahama.

Insiden penanganan atlet yang muncul antara lain adalah tim sepak bola dari Timor Leste dan Myanmar yang menunggu berjam-jam di bandara sebelum penyelenggara pertandingan tiba untuk mengantar mereka ke hotel mereka.

Selain itu muncul foto-foto tim Kamboja tidur di lantai ruang konferensi karena akomodasi mereka belum siap beredar di media sosial. Serta ada atlet Thailand juga mengeluh tidak ada cukup ruang, memaksa mereka untuk tidur berdesakkan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here