Ilustrasi/Net

Pasar keuangan kembali dihantui rasa takut setelah Gubernur Bank Sentral AS menyatakan bahwa virus corona memberikan rasa kekuatiran jangka panjang yang dapat membuat produktifitas menjadi rendah. Ini mengindikasikan bahwa besar kemungkinan kalau ekonomi belum akan pulih segera. Ini menjadi kabar yang menakutkan yang bisa saja merubah ekspektasi pemulihan ekonomi di negara lainnya.

Bukan hanya berbicara mengenai kondisi pasar keuangan, gambaran ekonomi yang disampaikan tersebut sangat berpeluang merubah asumsi pertumbuhan ekonomi kedepan, dengan angka yang lebih pesimis. Kondisi ekonomi yang tengah mengalami ancaman ini juga dipicu oleh buruknya hubungan dagang serta sengketa territorial yang ditunjukan oleh negara besar khususnya AS dan China.

Disisi lain, Bank Sentral AS juga tidak memiliki opsi untuk memberlakukan suku bunga acuan negatif seperti yang diperkirakan sebelumnya. Bank Sentral AS akan menempuh banyak cara saat berhadapan dengan tekanan ekonomi ketimbang mengambil jalan menurunkan bunga acuan.

“Sikap tersebut akan memberi tekanan pada kinerja mata uang rupiah,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Kamis (14/5).

IHSG pada perdagangan hari ini dibuka negative di level 4.536,98. IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang untuk mencoba menembus level psikologis 4.500. Dimana IHSG saat ini diperdagangkan dikisaran level 4.515.

Sementara itu, mata uang rupiah juga mengalami pelemahan di level 14.895 per US Dolar. Sejauh ini baik plemahan IHSG dan Rupiah masih seirama dengan pelemahan sejumlah indeks bursa di Asia. Yang mengkuatirkan buruknya ekspektasi pertumbuhan ekonomi kedepan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here