Departemen Pendidikan New York City telah melarang sekolah-sekolah menggunakan aplikasi konferensi video, Zoom, sebagai alat pembelajaran jarak jauh.

Berdasarkan memorandum Departemen Pendidikan yang didapatkan oleh Chalkbeat pada Sabtu (4/4), mereka telah merima banyak laporan mengenai masalah privasi dan keamanan.

“Berdasarkan ulasan Departemen Pendidikan tentang masalah yang didokumentasikan tersebut, Departemen Pendidikan tidak akan lagi mengizinkan penggunaan Zoom pada saat ini,” bunyi memorandum yang dibagikan ke setiap kepala sekolah tersebut seperti dikutip Sputnik.

Alih-alih Zoom, Departemen Pendidikan menyarankan sekolah bisa menggunakan program Microsoft Team yang memiliki fungsi yang sama dan lebih terlindungi. Menanggapi keputusan Departemen Pendidikan, Zoom sendiri mengaku telah meningkatkan pengaturan privasi dan keamanannya.

“Zoom memberlakukan privasi, keamanan, dan kepercayaan pengguna dengan sangat serius. Kami baru-baru ini memperbarui pengaturan default untuk pengguna pendidikan yang terdaftar di program K-12 kami guna memastikan guru adalah satu-satunya yang dapat berbagi konten di kelas,” tulis Zoom dalam surel tanggapannya.

Sebelumnya, FBI juga melakukan penyelidikan pada aplikasi buatan Eric Yuan tersebut setelah adanya laporan gambaran porno dan bahasa kebencian. Hasilnya, FBI melarang penggunakan aplikasi tersebut.

Awal pekan ini, Zoom juga digugat oleh Robert Cullen dari California, yang mengklaim bahwa layanan itu secara ilegal memberikan informasi pribadi pengguna kepada pihak lain tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan.

Sejak diberlakukannya social distancing bahkan lockdown di beberapa negara, Zoom menjadi aplikasi yang paling banyak dicari, mulai dari untuk kegiatan rapat hingga kelas online.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here