Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang akan digelar di Kota Medan pada November 2027 diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi Sumatera Utara. Kehadiran peserta hingga mancanegara diperkirakan mendongkrak aktivitas perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan Pemprov Sumut siap mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan agenda nasional tersebut.
Dukungan itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi panitia dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin, 2 November 2026.
"Pada prinsipnya Pemprov Sumut akan mendukung dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan Muktamar. Kami sangat terbuka dan berharap agenda besar ini berjalan sukses," ujar Bobby.
Menurutnya, penunjukan Sumut sebagai tuan rumah bukan sekadar kehormatan, tetapi juga peluang untuk menggerakkan perekonomian daerah. Apalagi, kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
"Lonjakan jumlah kunjungan peserta dan peninjau dari luar daerah hingga mancanegara tentunya akan menggerakkan perekonomian masyarakat Sumut," katanya.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menyebut persiapan Muktamar telah dilakukan jauh hari. Menurutnya, agenda lima tahunan tersebut merupakan momentum besar bagi keluarga besar Muhammadiyah.
"Bagi Muhammadiyah, Muktamar itu seperti hari raya. Persiapannya biasanya dilakukan hingga lima tahun sebelumnya, termasuk kesiapan membangun gedung baru untuk lokasi pelaksanaan," jelas Agung.
Dia mengungkapkan, pembukaan Muktamar direncanakan berlangsung di Stadion Teladan Medan. Sementara persidangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah akan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Panitia memperkirakan kegiatan tersebut dapat menarik hingga 1 juta pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara.
Selain persidangan, rangkaian Muktamar juga akan diisi Expo Pameran Ekonomi dan Pertemuan Internasional yang menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara serta organisasi Islam dunia.
Dalam audiensi tersebut, panitia turut meminta kesediaan Bobby Nasution menjadi penasihat atau pengarah dalam struktur kepanitiaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah. 
