Bobby Nasution Pertegas Komitmen Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi menjadi salah satu penguatan dalam visi Partai Nasdem. Bobby Nasution-Aulia Rachman pun mempertegas komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan usai menerima SK rekomendasi dari Partai Nasdem, Selasa (1/9/2020) sore. “Sekarang yang harus diperbaiki di Kota Medan adalah akar permasalahannya terlebih dahulu. Pertama ada di birokrasi, bagaimana berjalannya mekanisme birokrasi kita sekarang ini, cukup kacau,” ucap Wakil Ketua BPP HIPMI ini menjawab wartawan. Medan, sambungnya, harusnya bisa mengelola pagu dana APBD Rp30 triliun selama 5 tahun untuk menjadikan Kota Medan luar biasa. “Jalan tidak ada yang berlubang, pembangunannya pesat. Cuma Rp30 triliun ini kemana? Itu karena birokrasi yang ada,” ungkap ayah dari Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution ini. Program ekonomi kerakyatan yang diusung Nasdem, tutur Bobby, sejalan dengan visi-misinya untuk mengembangkan UMKM. Bersama pelaku UMKM, dia ingin menciptakan pasar terlebih dahulu. “Bagaimana pelaku UMKM di Medan ini mau besar, kalau market-nya (pasar) tidak dibantu pemerintah dulu. Jadi marketnya harus dibentuk terlebih dahulu. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Jadi dibentuk market dahulu, baru bisa besar UMKM,” terangnya. Dijelaskan Bobby, di masa pandemi Covid-19, kondisi ekonomi mulai dari skala kecil sampai skala besar ikut terdampak. “Oleh karena itu, Pilkada 2020 harus menjadi momentum untuk kita semua, untuk Kota Medan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Kunci penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan adalah memperkuat sektor UMKM, pasar tradisional dan ekonomi kreatif,” tukas dia. Selain itu, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini pun menjelaskan bahwa memaksimalkan potensi lokal setiap kecamatan juga menjadi kunci penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. “Kota Medan memiliki segudang potensi, bahkan setiap kecamatan memilki potensi masing-masing. Potensi-potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan tersebut, jika dimaksimalkan dan diintegrasikan dengan baik akan membangun ekosistem tangguh sebagai dasar pembangunan ekonomi kerakyatan. Selain itu, pembangunan ekonomi kerakyatan juga dapat dilakukan dengan mengangkat potensi lokal setiap kecamatan yang dikemas dalam bentuk wisata terintegrasi,” pungkasnya.[R]


Ekonomi menjadi salah satu penguatan dalam visi Partai Nasdem. Bobby Nasution-Aulia Rachman pun mempertegas komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan usai menerima SK rekomendasi dari Partai Nasdem, Selasa (1/9/2020) sore.

“Sekarang yang harus diperbaiki di Kota Medan adalah akar permasalahannya terlebih dahulu. Pertama ada di birokrasi, bagaimana berjalannya mekanisme birokrasi kita sekarang ini, cukup kacau,” ucap Wakil Ketua BPP HIPMI ini menjawab wartawan.

Medan, sambungnya, harusnya bisa mengelola pagu dana APBD Rp30 triliun selama 5 tahun untuk menjadikan Kota Medan luar biasa. “Jalan tidak ada yang berlubang, pembangunannya pesat. Cuma Rp30 triliun ini kemana? Itu karena birokrasi yang ada,” ungkap ayah dari Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution ini.

Program ekonomi kerakyatan yang diusung Nasdem, tutur Bobby, sejalan dengan visi-misinya untuk mengembangkan UMKM. Bersama pelaku UMKM, dia ingin menciptakan pasar terlebih dahulu. “Bagaimana pelaku UMKM di Medan ini mau besar, kalau market-nya (pasar) tidak dibantu pemerintah dulu. Jadi marketnya harus dibentuk terlebih dahulu. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Jadi dibentuk market dahulu, baru bisa besar UMKM,” terangnya.

Dijelaskan Bobby, di masa pandemi Covid-19, kondisi ekonomi mulai dari skala kecil sampai skala besar ikut terdampak.

“Oleh karena itu, Pilkada 2020 harus menjadi momentum untuk kita semua, untuk Kota Medan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Kunci penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan adalah memperkuat sektor UMKM, pasar tradisional dan ekonomi kreatif,” tukas dia.

Selain itu, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini pun menjelaskan bahwa memaksimalkan potensi lokal setiap kecamatan juga menjadi kunci penting dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Kota Medan memiliki segudang potensi, bahkan setiap kecamatan memilki potensi masing-masing. Potensi-potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan tersebut, jika dimaksimalkan dan diintegrasikan dengan baik akan membangun ekosistem tangguh sebagai dasar pembangunan ekonomi kerakyatan. Selain itu, pembangunan ekonomi kerakyatan juga dapat dilakukan dengan mengangkat potensi lokal setiap kecamatan yang dikemas dalam bentuk wisata terintegrasi,” pungkasnya.