Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti rendahnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sumut yang disebut baru sekitar 200 ribu per tahun. Ia meminta pengembangan pariwisata tidak berhenti pada penyelenggaraan berbagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan berdasarkan data dan target yang jelas.
Hal itu disampaikan Bobby saat melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Bobby, angka kunjungan wisatawan Sumut masih jauh dibandingkan sejumlah daerah dan provinsi di negara tetangga yang mencapai lebih dari 2 juta kunjungan per tahun.
“Saya berharap selesai pelantikan, bagaimana bisa meningkatkan jumlah wisatawan melalui berbagai event. Bukan harus seremonial, yang terpenting berbasis data yang akurat, apa yang harus diintervensi oleh Pemprov Sumut,” kata Bobby.
Ia mengatakan target pengembangan pariwisata juga tidak cukup hanya mengejar jumlah wisatawan. Lama tinggal wisatawan di Sumut dinilai perlu menjadi indikator yang diperhatikan.
“Jumlah wisatawan kita ini sangat rendah, 200 ribu (kunjungan) per tahun. Sedangkan di tempat lain, bahkan provinsi di negara tetangga angkanya bahkan di atas 2 Juta, dan kita hanya 10 persennya. Targetnya juga bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi berapa lama wisatawan itu tinggal,” ujarnya.
Bobby menilai peningkatan sektor pariwisata membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah, terutama dari sisi infrastruktur. Karena itu, program dan target pembangunan diminta disusun berdasarkan periode waktu serta indikator capaian yang dapat diukur.
Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat yang dilantik yakni Terang Dewi Susantri Ujung sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Rudi Hadian Siregar sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, dan Evan Botung Daulay sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.
Selain sektor pariwisata, Bobby memberikan sejumlah arahan terkait tugas dua pejabat lainnya. Kepala Biro Perekonomian diminta memperkuat koordinasi dengan sektor industri, pertanian, perikanan dan BUMD, terutama dalam merespons persoalan harga bahan pokok.
“Perhatikan indikator makro ekonomi, dan jadilah orang tua bagi BUMD serta jangan mempersulit rencana bisnis,” kata Bobby.
Sementara kepada Kepala Biro Umum, Bobby menekankan penggunaan anggaran yang efisien dan sesuai kebutuhan. Ia juga mengingatkan pejabat di lingkungan Pemprov Sumut agar menghindari praktik korupsi dan pungutan liar.
Untuk kita semua, tolong jauhi korupsi, pungli atau hal yang merugikan masyarakat, merugikan keuangan negara,” ujarnya.
Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan pihaknya akan menyusun rencana pembangunan dan target capaian sektor pariwisata, termasuk untuk program tahun anggaran 2027. 
