Bobby Targetkan Minimal Satu Pergerakan UMKM Disetiap Kecamatan

Bobby Nasution ingin setiap kecamatan di Kota Medan membuat pergerakan pada kelompok-kelompok UMKM. Kelompok UMKM ini, diharap bisa memberikan perubahan pada kesejahteraan masyarakat. "Setidaknya, minimal ada satu pergerakan UMKM di kecamatan," ucapnya saat menyapa puak melayu yang tergabung dalam Lembaga Budaya Melayu (LBM) Tuah Deli di Jalan HM Yamin SH, Gang Ketoprak, Medan Perjuangan, Rabu (16/9/2020). Dalam membantu sektor UMKM Kota Medan, sambung Bobby, dia dan tim sudah menciptakan suatu marketplace berjudul kolabin.id. Aplikasi pasar online ini, diharap bisa membantu UMKM mendapatkan pasar, sekaligus membantu dalam mendapatkan data jumlah riil UMKM di Kota Medan. "Terlepas dari kontestasi politik. Kita sekarang berniat untuk membangun sektor UMKM. Kita munculkan sekarang media belajar packaging. Bagaimana pengemasan yang baik, karena akan membantu pemasarannya. Makanya kita buat kolabin.id. kita ajak teman-teman UMKM yang sekarang belum menggunakan teknologi digitalisasi," ucap calon Wali Kota Medan ini. Meski marketplace ini belum diluncurkan secara resmi, kata Bobby, kolabin.id kini sudah berjalan untuk membantu UMKM. Dengan begitu, selain langsung membantu pemasaran produk UMKM, Bobby dan tim bisa melihat efektivitas dari kolabin.id. "Hingga kini, kami lihat setiap hari efektivitasnya meningkat," tutur penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini. Dijelaskan Bobby, setelah berkomunikasi dengan UMKM di Kota Medan, dia mengetahui bahwa sekarang pelaku UMKM di Kota Medan ini banyak, produknya juga bagus dan banyak. "Produk UMKM, kualitas sangat baik, sekarang tinggal permasalahannya adalah pemasaran dan pengemasan. Dan endingnya adalah market-nya atau pasarnya. Sekarang kita bicara bagaimana menciptakan pasar-pasar untuk memudahkan para UMKM mendapatkan pasar baru," tutur dia. Karenanya, terang Wakil Ketua BPP HIPMI ini, kolabin.id dibuat sekaligus sebagai data untuk mengetahui keunggulan UMKM kota Medan. "Kata orang Medan unggul dengan kulinernya yang terkenal enak dan enak sekali. Nah, selain itu apa. Ada tidak data tentang itu, produknya apa. Apakah sepatu, baju atau masker yang sekarang jadi tambahan berpakaian kita. Baru nanti bisa dibuat program-program untuk membantu pemasarannya," tandasnya. Sebelumnya, kedatangan Bobby disambut dengan dendang melayu. Bobby pun dipakaikan tanjak, topi khas melayu, yang berwarna perak. Didampingi Ketua DPP LBM Tuah Deli, OK Aprizal dan Sekjen, Ade Suherman, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini langsung menyapa puak-puak melayu serta masyarakat yang hadir.[R]


Bobby Nasution ingin setiap kecamatan di Kota Medan membuat pergerakan pada kelompok-kelompok UMKM. Kelompok UMKM ini, diharap bisa memberikan perubahan pada kesejahteraan masyarakat.

"Setidaknya, minimal ada satu pergerakan UMKM di kecamatan," ucapnya saat menyapa puak melayu yang tergabung dalam Lembaga Budaya Melayu (LBM) Tuah Deli di Jalan HM Yamin SH, Gang Ketoprak, Medan Perjuangan, Rabu (16/9/2020).

Dalam membantu sektor UMKM Kota Medan, sambung Bobby, dia dan tim sudah menciptakan suatu marketplace berjudul kolabin.id. Aplikasi pasar online ini, diharap bisa membantu UMKM mendapatkan pasar, sekaligus membantu dalam mendapatkan data jumlah riil UMKM di Kota Medan.

"Terlepas dari kontestasi politik. Kita sekarang berniat untuk membangun sektor UMKM. Kita munculkan sekarang media belajar packaging. Bagaimana pengemasan yang baik, karena akan membantu pemasarannya. Makanya kita buat kolabin.id. kita ajak teman-teman UMKM yang sekarang belum menggunakan teknologi digitalisasi," ucap calon Wali Kota Medan ini.

Meski marketplace ini belum diluncurkan secara resmi, kata Bobby, kolabin.id kini sudah berjalan untuk membantu UMKM. Dengan begitu, selain langsung membantu pemasaran produk UMKM, Bobby dan tim bisa melihat efektivitas dari kolabin.id. "Hingga kini, kami lihat setiap hari efektivitasnya meningkat," tutur penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.

Dijelaskan Bobby, setelah berkomunikasi dengan UMKM di Kota Medan, dia mengetahui bahwa sekarang pelaku UMKM di Kota Medan ini banyak, produknya juga bagus dan banyak.

"Produk UMKM, kualitas sangat baik, sekarang tinggal permasalahannya adalah pemasaran dan pengemasan. Dan endingnya adalah market-nya atau pasarnya. Sekarang kita bicara bagaimana menciptakan pasar-pasar untuk memudahkan para UMKM mendapatkan pasar baru," tutur dia.

Karenanya, terang Wakil Ketua BPP HIPMI ini, kolabin.id dibuat sekaligus sebagai data untuk mengetahui keunggulan UMKM kota Medan. "Kata orang Medan unggul dengan kulinernya yang terkenal enak dan enak sekali. Nah, selain itu apa. Ada tidak data tentang itu, produknya apa. Apakah sepatu, baju atau masker yang sekarang jadi tambahan berpakaian kita. Baru nanti bisa dibuat program-program untuk membantu pemasarannya," tandasnya.

Sebelumnya, kedatangan Bobby disambut dengan dendang melayu. Bobby pun dipakaikan tanjak, topi khas melayu, yang berwarna perak. Didampingi Ketua DPP LBM Tuah Deli, OK Aprizal dan Sekjen, Ade Suherman, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini langsung menyapa puak-puak melayu serta masyarakat yang hadir.