Petani berlarian menghindari gas air mata/Ist

Mantan Ketua Majelis ProDem, Bambang ‘Beathor’ Suryadi meminta Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri patuh pada Kapolri Jenderal Idham Aziz dan tidak ‘gampangan’ keluar markas karena diorder oleh perusahaan. Hal ini disampaikannya menyikapi banyaknya keterlibatan korps elit kepolisian tersebut dalam aktivitas eksekusi lahan petani oleh perusahaan swasta.

Kejadian terbaru, ratusan personel Polres Pelalawan serta Brimob Polda Riau turun langsung mengawal eksekusi lahan milik ratusan petani plasma PT Peputra Supra Jaya (PSJ) di Desa Gondai, Langgam, Pelalawan, Riau.

Total 3.323 hektare hamparan sawit yang menjadi target eksekusi. Kebun-kebun sawit itu akan diganti tanaman akasia oleh PT Nusa Warna Raya (NWR). Dalam video yang beredar, aparat Brimob menembakkan gas airmata kepada barisan petani yang mencoba mempertahankan lahan yang menjadi sumber penghasilan mereka.

“Kapolri yang baru Idham Azis sangat pro rakyat. Ada baiknya Brimob tidak mudah keluar dari markas atas order dari perusahaan,” ujar Bambang Suryadi kepada redaksi, Kamis (6/2).

Dia meminta keterlibatan Brimob itu diusut tuntas. Terutama soal perizinan dari Kapolri Idham Aziz.

“Harus ijin Kapolri agar era Jokowi tidak lagi darah rakyat tumpah hanya untuk mempertahankan hak tanahnya,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa Presiden Jokowi juga sudah berpesan bahwa konflik lahan atau agraria harus diselesaikan dengan mediasi. Salah satu caranya solusi saling menguntungkan diantara petani dan pengusaha.

“Hak rakyat diperkuat (dengan) bagi hasil panen atas lahannya yang digunakan kebun pengusaha,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here