Bukan Sekadar Pembunuhan, Polisi Ungkap Motif Perampokan Wakil Rektor IT&B Kabanjahe

•HUKUM
externalexternalexternalexternal
Bukan Sekadar Pembunuhan, Polisi Ungkap Motif Perampokan Wakil Rektor IT&B Kabanjahe
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan Wakil Rektor IT&B Kabanjahe dan penangkapan dua tersangka/ist

Article Header Image Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia Kabanjahe, Asprina Surbakti (38). Korban tewas setelah dua pelaku datang ke rumahnya untuk merampok.

Dua tersangka yang ditangkap yakni AFR (25), warga Sidamanik, Kabupaten Simalungun, dan MRS (37), warga Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Keduanya diringkus tim gabungan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Karo di tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Jemaral, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin dini hari, 28 September 2026.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho mengatakan, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi aksi perampokan. Kedua pelaku datang dengan tujuan menguasai barang berharga milik korban.

"Motifnya murni perampokan. Mereka ingin menguasai barang-barang berharga milik korban," ujar Pebriandi saat konferensi pers di Mapolres Karo, Selasa 29 September 2026.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk mobil Mitsubishi XForce bernomor polisi BK 1326 SAD yang sebelumnya dibawa kabur pelaku.

Menurut Pebriandi, kedua tersangka datang dari luar daerah menuju Berastagi dengan tujuan merampok rumah korban. Salah satu tersangka bahkan pernah bekerja di kawasan perumahan tempat Asprina tinggal.

" Salah satu tersangka diketahui pernah bekerja di kawasan perumahan tempat tinggal korban. Hal ini dimanfaatkan pelaku karena sudah mengetahui kondisi lingkungan serta keberadaan korban," katanya.

Pengetahuan tersebut diduga membuat kedua pelaku lebih mudah menjalankan aksinya. Mereka mengetahui kondisi lingkungan dan kebiasaan korban sebelum melakukan perampokan.

"Usai menganiaya korban hingga tewas dan menyembunyikan jasadnya di kamar mandi, kedua pelaku menggasak serta membawa lari kendaraan milik korban," kata Pebriandi.

Asprina sebelumnya ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat 25 September 2026.

Kematian korban terungkap setelah rekan-rekan sesama dosen curiga karena Asprina tidak kunjung merespons panggilan telepon.

Mereka kemudian meminta abang kandung korban bersama petugas sekuriti kompleks untuk mengecek rumah tersebut.

Saat pintu dibuka, Asprina ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar mandi. Dari lokasi, polisi juga mendapati mobil pribadi korban telah hilang.

Kasus tersebut kemudian ditangani kepolisian hingga akhirnya dua pelaku berhasil ditangkap bersama kendaraan milik korban. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait