Irjen Pol Arman Depari/RMOLSumut

Hari Kamis dinihari kemarin (6/2), sebuah kegiatan razia digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNNP DKI Jakarta yang dipimpin langsung oleh Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Razia dilakukan di tempat hiburan malam dengan hasil yang sangat mencengangkan setelah dilakukan test urine yaitu lebih dari 100 orang positif menggunakan narkoba. Tidak lama sebelum merazia, Arman Depari juga memimpin langsung penangkapan 1 truk pembawa 250 kg ganja di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dan masih banyak sederetan operasi operasi BNN yang membuahkan hasil sangat fantastis dalam rangka perang melawan narkoba.

Tahun ini, Arman sudah genap 4 tahun menjabat sebagai Deputi Pemberantasan di BNN. Dan selama 4 tahun bertugas di BNN, prestasinya sudah tidak terhitung. Arman ibarat suhu yang prestasi dan tangan besinya memerangi narkoba memang pantas dipuji. Arman pun patut berbangga, dua kader terbaiknya sudah mendapat promosi kenaikan pangkat dan jabatan yaitu Deputi Pencegahan BNN Irjen Anjan Pramuka dan Irtama BNN Brigjen Eko Daniyanto (yang baru dilantik dan akan segera naik pangkat menjadi BNN).

Pertanyaannya disini adalah sudahkah Kapolri Idham Azis menyiapkan gerbong panjang berisi polisi-polisi terbaik yang dapat diandalkan dalam upaya pemberantasan narkoba. Arman Depari menempati urutan pertama saat ini di Indonesia sebagai reserse terbaik dengan kemampuan serta prestasi gemilang yang sangat membanggakan. Tapi Arman akan pensiun 1,5 tahun lagi yaitu per tanggal 1 September 2021. Siapa yang sudah dikader oleh Polri untuk bisa menggantikan Arman dalam upaya pemberantasan narkoba?

Polri harus punya rencana jangka panjang menyiapkan kader-kader terbaik yang spesialisasinya memang tidak diragukan lagi dalam memerangi narkoba. Bagaimana kinerja dan apa saja prestasi dari hasil tangkapan yang besar di level BNN, BNNP, Direktorat IV Narkoba Bareskrim, Direktorat Narkoba di semua Polda di seluruh Indonesia, dan Satuan Narkoba di semua Polres serta Polsek di seluruh Indonesia, semua harus mendapat atensi besar dari pimpinan Polri. Akan terlihat siapa saja yang sangat berprestasi.

Dari situlah, Polri bisa menandai siapa-siapa saja anggota mereka yang memang sangat handal dalam penanganan dan pemberantasan narkoba. Kita apresiasi tangkapan besar 288 kg sabu asal Iran yang baru baru ini dilakukan jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Kita apreasi tangkapan-tangkapan besar secara bertubi-tubi yang dilakukan Satnarkoba Polres Jakarta Barat, misalnya menemukan narkoba yang disimpan didalam durian.
Kita apreasi sampai ke level Polres sekalipun, misalnya Polres Trenggalek yang berhasil menangkap bandar narkoba yang menyimpan 1000 pil koplo dalam kompor masak. Dan masih banyak lagi. Kapolri mengatakan bahwa ada 34 Polda dan 540 Polres di seluruh Indonesia. Amatilah kinerja baik anggota-anggota yang sudah bekerja sangat baik selama ini. Secara khusus yang keahliannya sangat cakap dalam penanganan narkoba.

Siapkan mereka menjadi kader-kader terbaik Polri untuk kelak menggantikan seniornya yang sangat membanggakan sekaliber Arman Depari.

You can run but you can’t hide!!!

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here