Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan, mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) segera menindaklanjuti persoalan kekurangan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan.
Desakan itu disampaikan Dameria menyikapi keluhan Kepala SD dan SMA SRT 2 Medan, Syahripal Putra, terkait keterbatasan tenaga pengajar yang disampaikan kepada Deputi 3 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana.
“Menyikapi keluhan itu, kita mendesak Kementerian Sosial untuk dapat mengatensi keterbatasan tenaga pendidik di sekolah rakyat ini. Apalagi, salah satu yang minim adalah guru agama,” ujar Dameria, Selasa, 29 September 2026.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang baik dan patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya harus dipastikan berjalan maksimal, terutama dari sisi kualitas pendidikan.
“Kemaksimalan pelaksanaan SR ini harus dapat dilakukan. Baik dari sisi kualitas mutu pendidikan, kesehatan, hingga sektor lainnya,” tegas Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Bidang Kebijakan Publik itu.
Ia mengatakan, persoalan tersebut menjadi penting karena para peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, termasuk kelompok miskin ekstrem.
Dameria mengingatkan, keterbatasan tenaga pendidik berpotensi menghambat proses pembelajaran sekaligus pencapaian tujuan program Sekolah Rakyat.
Karena itu, menurutnya, persoalan kekurangan guru harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.
“Persoalan kekurangan tenaga pendidik harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi antara Kemensos, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Yang paling penting, ketersediaan guru tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan tenaga pengajar,” katanya.
Selain jumlah, Dameria juga meminta kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di Sekolah Rakyat mendapat perhatian. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru harus dilakukan secara bertahap, tepat sasaran, dan tetap menjamin mutu pendidikan.
Sementara itu, salah satu persoalan yang mencuat di SRT 2 Medan adalah minimnya tenaga pengajar tingkat sekolah dasar. Saat ini, tercatat hanya dua guru yang mengajar sekitar 540 siswa SD.
Sementara untuk jenjang SMA, terdapat 17 tenaga pengajar. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan guru, khususnya di tingkat SD, menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Medan.
