Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar menyebut ‘Desa Siluman’ atau dana desa yang diselewengkan hanya apa yang tampak di permukaan.

“Dalam kasus Dana Desa yang oleh media diberitakan adanya desa siluman, secara kritis dapat diduga bahwa apa yang mengemuka itu barulah sebatas puncak gunung es,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOLSumut.id.

Anshor yakin masih banyak masalah di luar yang tampak. Menurutnya diketahui proses penyaluran dana desa begitu rumit dan itu mengesankan peluang nol penyimpangan.

“Sekali lagi, pengawasan dalam demokrasi yang tren di Indonesia sangat tak mendapat tempat,” tegasnya.

Anshor menyebut budaya media dan LSM serta civil society gagal tumbuh sebagai penyerta kritis dan dinamis demokrasi. Ia menyebut bahwa presiden gagal membereskan birokrasi.

“Presiden tidak bisa tak bertanggungjawab dan malah dengan berjanji akan membawa KPK untuk penuntasannya, makin kelihatan bahwa Presiden gagal membereskan birokrasi yang bersih dan cakap,” ujarnya.

Menurut Anshor mungkin kasus lain yang ada di dalam kasus dana desa tidak tepat sasaran.

“Beberapa kasus lain yang mungkin potensil terjadi dalam kasus dana desa ialah tidak tepat sasaran dan asal jadi, meski dengan pertanggungjawaban keuangan yang terkesan dibenarkan,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here