Ilustrasi/Net

Presiden AS menyatakan bahwa negaranya masuk dalam darurat corona. Pernyataan tersebut dilontarkan dengan diikuti rencana menggelontorkan uang untuk mencegah penyebaran corona, maupun menjaga daya beli masyarakat di AS.

Pada perdagangan malam tadi, kinerja indeks bursa di AS di perdagangkan di dua zona, dan mampu ditutup positif rata rata mendekati 1%. Walau demikian pada perdagangan pagi ini waktu Asia, indeks bursa futures di AS menunjukan angka merah dengan penurunan sekitar 2% lebih.
“Pelemahan ini berpeluang menggiring pelemahan pada bursa di Asia,” kata pengamat politik, Gunawan Benjamin, Kamis (20/3).

Kekuatiran pelaku pasar masih terus dibayangi oleh penyebaran corona itu sendiri. Saya menilai apa yang dilakukan pemerintah AS saat ini menunjukan kalau merek juga mengalami kecemasan serius dari efek penyebaran corona tersebut.

Dari pasar domestik, Indonesia kembali memangkas besaran suku bunga acuannya menjadi sebesar 25 basis poin menjadi 4.5% pada hari ini. Pemangaksan besaran bunga acuan tersebut pada dasarnya memang akan membantu mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi. Meskipun belum sepenuhnya akan efektif dalam menciptakan pertumbuhan layaknya kuartal pertama tahun 2019.

Respon cepat BI kemarin juga banyak membantu kinerja mata uang Rupiah yang sempat memburuk diatas 16.000 per US Dolar. Sempat ditutup di level 15.912 per US Dolar, meskipun pada pembukaan perdagangan saat ini, Rupiah masih melemah dikisaran 15.962 per US Dolarnya.

Tidak jauh berbeda dengan Rupiah, IHSG juga dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah dibuka di level 4.093,28. Dan sejauh ini masih melanjutkan tren pelemahannya di kisaran level 3.934.49, atau melemah 4% lebih.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here