Gunawan Benjamin/RMOLSumut

Bursa Amerika dan Eropa pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah dalam rentang 1 hingga 1.6%. Kinerja pelemehan indeks bursa tersebut berpeluang memicu terjadinya kemungkinan memburuknya kondisi bursa di Asia pada perdagangan hari ini. Meskipun sejauh ini, indeks futures di AS masih menunjukan kenaikan yang cukup besar sehingga berpeluang membuat kinerja indeks saham di Asia membaik.

IHSG pada perdagangan pagi ini dibuka menguat di level 4.650 dan sejuh ini masih mengalami penguatan di kisaran level 4.690.

“Kinerja pasar keuang domestik sejauh ini membaik. Aksi korporasi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan besar yang membeli kembali saham yang  beredar (buyback) menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan hari ini,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Senin (6/4).

Disisi lain, mata uang Rupiah juga diperdagangkan menguat dikisaran 16.430 per US Dolar. Kinerja mata uang Rupiahdan IHSG menguat seiring dengan optimism investor yang memberikan apresiasi kebijakan defisit APBN dinaikan menjadi 5.07% terhadap PDB untuk memerangi corona.

Sejumlah sikap optimis di pasar keuangan terus bermunculan setelah sejumlah pelaku pasar melihat ada perkembangan positif dimana banyak pemerintah melakukan upaya memerangi corona dengan sejumlah kebijakan “berani”. Seperti halnya Indonesia yang lebih berani dalam melakukan upaya untuk memperlebar defisit, walaupun menyisakan resiko.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here