Densus 88/Net

Kontak senjata antara teroris dengan personil tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mewarnai penangkapan terhadap dua orang teroris di Jalan Yos Sudarso, Medan. Operasi penangkapan ini masih berkaitan dengan kasus teror bom yang terjadi Mapolrestabes Medan minggu lalu.

Dilansir dari kantor berita politik RMOL.id, penggerebekan atau penangkapan ini dilakukan di Tepi simpang Aloha Jalan Kolonel Yos Sudarso, Medan Labuhan beberapa saat yang lalu atau sekitar pukul 15.20 WIB.

Adapun dua pelaku yang ditangkap yakni A alias AI asal Medan kelahiran 26 April 1994. Kemudian H alias A kelahiran Belawan, Sumut warga Kampung Santosa, Medan Belawan, Kota Medan, Sumut.

Keduanya teridentifikasi terlibat dalam satu kajian bersama Rabbial Muslim Nasution (RMN) pelaku bom di Polrestabes Medan. Berbaiat kepada pemimpin ISIS yang baru Abu Ibrahim al-Hashem. Selain terduga teroris juga mengikuti pelatihan semi militer alias Idad di Gunung Sibayak, Sumut.

Terduga teroris diketahui juga merencanakan aksi teror. Mereka memiliki kemampuan meracik bahan peledak dan merakit senjata api. Tim Densus 88 melakukan penangkapan pertama terhadap A alias AI yang tengah berdiri dipinggir jalan untuk menyetop angkutan umum, AI berhasil ditangkap tanpa perlawanan

Tim penindak melakukan penangkapan terhadap tersangka kedua yakni H alias AB dengan cukup dramatis. Pasalnya, tersangka sempat melakukan perlawanan dengan cara melakukan penembakan terhadap petugas menggunakan senjata api.

Tersangka H berhasil dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan penembakan terhadap tersangka dan mengenai bagian paha kanan dan bagian pinggang kanan lalu tersangka berhasil diamankan. Bersama dua pelaku, turut diamankan satu unit senpi dan dua bilah pisau.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here