Pihak kepolisian menangkap 13 orang yang diduga terlibat dalam kasi pengambilan paksa jenazah pasien covid-19 di Rumah Sakit Labuang Baji Kota Makassar.

“Pada tanggal 26 Juni 2020 telah melakukan penangkapan terhadap 13 orang tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo dalam keteranganya, Senin (29/6).

Saat ditangkap, Ibrahim mengungkapkan para pelaku langsung dilakukan pemeriksaan rapid test. Hasilnya, tiga orang dinyatakan reaktif virus corona.

“Kemudian dilakukan rapid test dengan hasil 10 orang non reaktif dan tiga orang reaktif positif,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, kesepuluh tersangka yang tidak reaktif positif Covid langsung dilakukan penahanan. Sedangkan, tiga orang yang reaktif diminta melakukan isolasi mandiri.

“Kemudian terhadap 10 orang telah dilakukan penahanan dan terhadap 3 orang yang reaktif kami pulangkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk proses lanjut mempertimbangkan kondisi mereka nantinya,” jelasnya.

Dengan demikian sampai dengan hari ini, kata Ibrahim jumlah total terkait penanganan kasus pengambilan jenazah paksa di RS Labuang Baji, sudah ada 32 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil pengembangan pemeriksaan saksi dan hasil gelar perkara telah ditetapkan sebagai tersangka adalah sebanyak 32 orang,” tutup Ibrahim.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur tidak terjadi di daerah lain. Untuk itu, Jenderal Idham memerintahkan kepada para Kapolda menindak tegas para pelaku. Dia memastikan, pihak kepolisian telah bekerja sama dengan pihak rumah sakit di wilayah masing masing.

“Bagi warga yang ikut ambil paksa jenazah corona harus secepatnya dites biar tidak tertular ke orang lain,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here