Anggota Komisi D DPRD Medan, Hendra DS meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersikap profesional tentang pengerjaan proyek drainase. Hal ini mengingat masih banyak terlihat tumpukan sampah bekas galian yang terletak di pinggiran jalan.

“Berseraknya tanah bongkaran di jalanan masih dibiarkan saja. Pastinya hal ini menganggu pengguna jalan, apalagi sekarang musim penghujan,” katanya.

Hendra menuturkan jika pengerjaan projek dilakukan dengan profesional, maka keadaan ini tidak akan terjadi. Sampah bekas galian di saat musim penghujan, tentunya semakin mengganggu pengguna jalan dan warga yang berada di sekitar lokasi penggalian drainase.

Hendra menambahkan, belum lagi kotoran dan becek menghiasi badan jalan. Hendra mempertanyakan mengapa pengerjaan projek drainase selalu di akhir tahun dan saat musim penghujan.

“Kan lebih baik jika pengerjaan dilakukan bulan Maret atau April. Janganlah ada lagi alasan dan tolak menolak dari pihak dinas. Malulah kita, jika sampah bertumpuk di jalanan, yang seharusnya lebih baik dimasukkan ke dalam karung atau sekalian diangkat usai dilakukan pengorekan,” tegasnya.

Hendra berharap Pemko Medan bisa melakukan pengawasan agar proyek drainase tidak meresahkan warga.

“Kemudian, Pemko Medan harus benar-benar melakukan pengawasan agar tak terus kecolongan begini. Kita harap hal ini tak terus terjadi setiap tahunnya,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here