Majelis Hakin Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan memvonis Wali Kota Medan nonaktif, HT Dzulmi Eldin S 6 tahun penjara oleh, Kamis (11/6/2020).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Majelis Hakim Tipikor, Abdul Aziz, Eldin dinyatakan bersalah dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Oktober lalu.

“Menyatakan terdakwa Dzulmi Eldin S secara sah bersalah dan divonis selama 6 tahun penjara,” kata Abdul Aziz.

Selain menghukum Dzulmi Eldin pidana 6 tahun penjara, majelis hakim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 500 juta.

“Apabila denda tersebut tidak dibayar oleh terdakwa maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Majelis hakim juga mencabut hak dipilih dan memilih dalam jabatan selama 4 tahun. Hukuman itu berlaku sejak Dzulmi Eldin menjalani hukuman pokoknya.

Selain itu, hakim juga menyatakan hukuman kurungan yang dijalani oleh terdakwa untuk dikurangi dari jumlah vonis yang telah ditetapkan.

Vonis 6 tahun yang dijatuhkan oleh majelis hakim sendiri lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 7 tahun penjara.

Atas putusan hakim itu, penasehat hukum terdakwa, Dzulmi Eldin dan Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here