Ikrimah Hamidy/RMOLSumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 14 orang tersangka baru dalam kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut). Para tersangka merupakan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

Pengamat Politik Ikrimah Hamidy yang juga eks Anggota DPRD Sumut mengatakan bahwa ia prihatin dengan kasus suap anggota DPRD Sumut ini. Ikrimah berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Saya ucapkan prihatin terhadap masalah tersebut dan semoga menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik di Sumut atau luar Sumut,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Jumat (31/1).

Ikrimah mengatakan pengalamannya menjadi Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 sudah memberikan pengalaman yang berarti tentang hal ini.

“Karena saya juga ada di periode setelah mereka, 2014 sampai dengan 2019, kejadian tersebut menjadi pengalaman berarti,” ujarnya.

Ikrimah juga berharap KPK juga bersama instansi lain dapat bekerjasama untuk menangani kasus korupsi dengan lebih baik.

“Kpk diharapkan dapat bekerja lebih baik lagi dan mampu mendorong instansi lain, khususnya kepolisian dan kejaksaan, dapat bekerja lebih baik lagi dalam penanganan korupsi,” tutupnya.

KPK sebelumnya sudah menetapkan 50 eks anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Para tersangka itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here