Fahri Hamzah/Net

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menagih hutang pKS senilai Rp 30 Miliar. Perihal penagihan ini disampaikannya pada akun Twitter pribadinya menanggapi sindiran Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Nasdem yang memeluk erat Presiden PKS Sohibul Iman.

“Pak Jokowi, apakah ini yang bapak maksud? Masalahnya aku lagi nagih,” kata Fahri dalam akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Jumat (8/11).

Penggagas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu kemudian menguraikan kronologi singkat mengenai tagihannya itu.

Peristiwa itu terjadi pasca Munas PKS yang kemudian menjadikan Sohibul Iman sebagai presiden partai. Kubu penantang, Anis Matta cs dipinggirkan termasuk Fahri Hamzah.

Di tahun 2016, Fahri bahkan dipecat. Kemudian dia membela diri di pengadilan negeri dan menang. PKS kemudian banding, tapi putusan tetap dimenangkan pendiri Garbi itu.

“PKS kasasi ke MA, saya menang di MA. MA inkracht denda Rp 30 M. PKS nggak mau bayar,” urainya.

Fahri menegaskan bahwa uang kemenangan itu tidak akan diambilnya sepeserpun. Tapi akan diberikan kepada yang lebih berhak.

Menurutnya, masih banyak orang yang hidup lebih sulit dan layak mendapatkan uang tersebut, seperti anak yatim, anak jalanan yang terlantar, dan fakir miskin.

“Saya tagih 30 M adalah buat mereka. Saya sudah siapkan skema untuk membiayai mereka. Rasanya wajar jika mereka yang mendapatkannya,” ujarnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here