Farid Wajdi/RMOLSumut

Jurnalisme investigasi memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan peradilan bersih di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Layanan Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (LI HUBLA) Farid Wajdi.

“Ini diperlukan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik sifatnya utuh,” ujar Farid usai acara Konsolidasi Jejaring Komisi Yudisial, Bumi Katulampa, Bogor Timur, Sabtu (23/11), tentang peran media untuk mendorong peradilan yang bersih di Indonesia.

Menurutnya, selama ini informasi yang diproduksi oleh Komisi Yudisial maupun Mahkamah Agung dan lembaga lainnya bersifat hasil tidak detil mengenai investigasi.

“Jadi misalnya soal modus, perilaku atau kemudian sisi-sisi lain, pernak pernik di luar putusan yang mempengaruhi putusan itu sebenarnya penting disampaikan kepada publik,” katanya.

“Untuk mencegah, untuk menghindari, atau untuk kemudian memastikan, bahwa perilaku-perilaku seperti itu termasuk dalam kategori pelanggaran etik dan patut diberikan sanksi ataupun sebaliknya,” tambahnya.

Farid mengatakan selama ini Komisi Yudisial belum menerapkan model jurnalisme investigasi yang detil untuk melakukan proses penyelidikan oknum hakim agung yang melakukan pelanggaran kode etik. Menurutnya jurnalisme investigasi akan memberikan ulasan yang mendalam.

“Selama ini belum. selama ini Saya pikir kita selalu bermain di hilir lupa di hulu dan di tengah sehingga kemudian peristiwa-peristiwa yang berulang terus terjadi,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here