Hadapi Cuaca Ekstrem, 53 Personel BPBD Medan Disiagakan

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Hadapi Cuaca Ekstrem, 53 Personel BPBD Medan Disiagakan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Medan, Yunita Sari/ist

Article Header Image Sebanyak 53 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem pada 23–25 Oktober 2026. Warga, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengatakan potensi hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir perlu diantisipasi sejak dini. Apalagi, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember.

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia meminta warga yang tinggal di kawasan rawan banjir segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebelum debit air meningkat. Masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing.

Selain itu, setiap keluarga disarankan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Keluarga yang memiliki bayi juga perlu membawa perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang, warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Masyarakat juga diingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon atau baliho yang berisiko tumbang.

“Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” katanya, seraya mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan saluran air untuk mencegah penyumbatan.

Di sisi lain, BPBD Medan memperkuat kesiapan peralatan dan armada untuk menghadapi kemungkinan banjir. Yunita mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, pihaknya menambah sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk perahu evakuasi, serta meningkatkan kemampuan kendaraan operasional agar dapat menghadapi genangan air yang tinggi.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman banjir sebelumnya, ketika kendaraan operasional terkendala genangan sehingga menghambat mobilitas petugas.

“Sebanyak 53 personel TRC disiagakan di Mako BPBD Kota Medan agar dapat segera bergerak ke lokasi kejadian ketika situasi darurat terjadi,” ujarnya.

Personel akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.

Yunita meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan. Kesiapan pemerintah, menurutnya, perlu diikuti langkah mitigasi mandiri agar risiko dan dampak bencana dapat ditekan.

Warga yang menemukan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center 0813-7080-0880. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait