Sejauh ini, sejumlah harga kebutuhan pokok terpantau stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang signifikan. Kecuali memang terjadi kenaikan harga pada komoditas pangan daging ayam.

Jika di awal bulan harganya sudah sempat berkisar di angka Rp 28 ribuan perkilo gram, namun saat ini harga daging ayam naik menjadi Rp 31 ribu perkilo gram.

Menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, kenaikan harga daging ayam yang terjadi disaat stok daging ayam justru melimpah, dipicu buruknya pemberitaan bangkai babi yang dibuang ke laut akibat serangan penyakit.

“Kabar tersebut membuat penjualan ikan segar mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal, laut itu kan luas, dan nelayan juga tidak mencari ikan di sekitar bangkai babi itu sendiri. Tetapi seakan-akan seluruh laut sudah tercemar dengan bangkai babi yang dibuang ke laut. Ini kan penafsiran yang tidak proporsional,” kata Gunawan, Senin (18/11/2019).

Diakuinya, msyarakat memang langsung membentuk kesimpulan yang tidak rasional dengan pemberitaan bangkai babi dibuang ke laut dengan cara mengurangi konsumsi ikan.

Keluhan penjualan ikan tentunya tidak hanya dirasakan oleh pedagang. Para pengelola rumah makan juga akan ikut merasakan dampaknya.

Bahkan yang disayangkan adalah adanya anjuran ke masyarakat agar tidak mengkonsumi ikan karena takut wabah yang menyerang babi juga menyerang ikan.

“Saya menilai pemerintah perlu meluruskan hal tersebut. Jangan biarkan isu-isu seperti ini membuat harga daging ayam menjadi mahal dan konsumen dirugikan. Nelayan dan pedagang ikan juga merugi karena omset penjulan turun,” kata Gunawan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here