Pasca peristiwa penikaman Menkopulhukam Wiranto beberapa waktu lalu, Universitas Sumatera Utara (USU) dikait-kaitkan dengan terduga pelaku penyerangan Syahrial Alamsyah (SA).

Meski Kepala Humas USU Elvi Sumanti telah menyatakan pihaknya sudah mencari data atas nama Syahrial Alamsyah di sistem informasi akademik dan hasilnya nihil, namun USU masih kebagian dampak buruk dari penyebutan asal pelaku.

Mengenai nada yang mendiskreditkan USU pasca peristiwa itu, Dosen Ilmu komunikasi USU Haris Wijaya membantah dan berkomentar.

“Terlalu picik gegara satu orang pelaku, terus USU disamaratakan sebagai kampus tempat melahirkan pelaku kriminal,” terangnya.

Haris Wijaya juga memberikan contoh kasus atau perbandingan masalah yang terjadi.

“Lihat saja di USA, apa orang otomatis bilang kampus atau sekolah tempat terjadinya penembakan massal sebagai kampus yang melahirkan orang-orang yang berpaham radikal atau kampus yg mengajarkan paham terorisme? Kan nggak,” kata Haris kepada RMOLSUMUT, Sabtu(12/10).

Ia juga menambahkan bahwa USU sebagai institusi juga tidak pernah mengajarkan mahasiswanya untuk anti pemerintah, berpikir secara radikal atau malah mengajarkan paham terorisme dalam mata kuliah yang harus diambil para mahasiswanya. Sebaliknya, lebih banyak diajarkan knowledge, skill sama attitude yang berguna untuk bekal masa depan para mahasiswa USU selama 67 tahun usia USU hingga saat ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here