Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menangkap politisi PDI Perjuangan Harun Masiku sejak ditetapkan tersangka dalam kasus suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Padahal, Dirjen Imigrasi sudah menyatakan Harun yang sebelumnya dikabarkan berada di Singapura, ternyata sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari lalu.

Tidak sedikit yang menilai, KPK seakan hilang taringnya untuk menangkap Harun Masiku. Padahal, saat menangkap Wahyu Setiawan, KPK dianggap sebagai pahlawan lantaran belum seratus hari kerja sudah menjaring pelaku rasuah dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzammil Yusuf mengatakan, seharusnya KPK bekerja cepat menangkap Harun. Gerak cepat itu seperti halnya menangkap teroris. “Aparat penegak hukum kita biasanya pandai dan cepat menangkap teroris. Saya kira normalnya mereka juga cepat menangkap tersangka yang raib untuk berbagai kasus hukum lainnya,” singkat Muzammil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/1).

Ketika ditanya mengenai adanya indikasi perihal pemerintah yang berupaya menutup-nutupi keberadaan Harun Masiku. Muzammil enggan berkomentar lebih banyak. Dia hanya meminta KPK segera bekerja dan menangkap Harun Masiku yang masih buron.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here