Ilustrasi

Hong Kong masuk ke jurang resesi, setelah sebelumnya ada banyak negara mengalami resesi, kali ini Hong Kong melanjutkan resesi selama 4 kuartal (1 tahun) secara beruturut-turut. Namun resesi yang terjadi di Hong Kong tidak akan banyak mempengaruhi kinerja pasar keuangan domestik. Pelaku pasar justru mencermati tarik ulur antara dua partai di AS terkait dengan program stimulus yang akan di gelontorkan.

Disisi lain, kabar baik dari Bank Sentral AS juga akan menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan kita. Bank Sentral AS menyatakan bahwa akan tetap mempertahankan besaran suku bunga acuannya hingga tekanan ekonomi AS benar benar hilang. Sehingga pasar masih meyakini bahwa kebijakan moneter Bank Sentral AS maih akan bertahan dengan bunga acuan 0% dalam waku yang masih lama.

IHSG disesi pembukaan pagi ini masih stabil dikisaran 5.111, dan tidak banyak berubah meskipun terpantau menguat tipis di level 5.114. Kinerja IHSG masih belum bisa dipastikan akan lebih berat bergerak ke arah yang mana. Masih berpeluang bergerak di kedua zona.

Sedikit berbeda dengan IHSG, Rupiah justru mampu menguat secara meyakinkan di sesi pembukaan. Rupiah diperdagangkan menguat di level 14.485 per US Dolarnya. Meskipun terkadang tekanan kembali mencuat setelah sesi pembukaan.

“Namun saya melihat tekanan pada hari ini untuk Rupiah mulai melemah seiring dengan banjirnya likuiditas US Dolar di pasar akibat kebijakan stimulus dan moneter yang longgar,” kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here