Kampung Kubur yang terletak di Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah Sumatera Utara (Sumut) menjadi perbincangan. Hal ini dikarenakan daerah ini berulang kali digerebek polisi lantaran disinyalir sebagai pusat peredaran narkotika dan tempat perjudian di Kota Medan.

Pengamat Politik Ikrimah Hamidy mengatakan berdasarkan informasi yang disampakan teman-teman peduli narkoba, bahwa pemuda-pemuda yang alamat di KTP nya Kampung Kubur susah untuk melamar pekerjaan.

“Saya dapat info dari teman-teman peduli narkoba. Mereka ada yang dr IPWL, institusi penerima wajib lapor atau pengelola panti rehab, ada juga yang masih aktif di polisi. Mereka bilang, anak-anak muda yang alamat KTP nya di Kampung Kubur, dapat stigma sehingga susah ngelamar kerja,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Sabtu (1/2).

Selain itu, Ikrimah mengatakan bahwa pemuda-pemuda asal Kampung Kubur
biasanya tidak lolos melamar pekerjaan. Nama Kampung Kubur juga tercoreng karena sering diadakan razia besar-besaran.

“Tadi udah jumpa dengan teman-teman yang mengadukan masalahnya. Hasilnya, memang kenyataannya banyak anak muda Kampung Kubur yang kena kasus narkoba dan masuk lapas. Demikian juga, seringnya daerah ini dirazia besar-besaran dan terekspose luas, akibatnya kampung kubur citranya negatif,” paparnya.

Ikrimah mengatakan ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk menanganii persoalan Kampung Kubur ini. Yang mana solusi ini nantinya bisa menghilangkan stigma negatif Kampung Kubur.

“Solusinya yang sudah dibuat dan akan dibuat untuk menghilangan stigma. Pertama, warga sekitar dan pengusaha sekitar lokasi kerjasama buat acara gerak jalan sebagai wujud kekompakkan,” ujarnya.

Lanjut Ikrimah, kedua diibentuk tim anti narkoba di lokasi yang terdiri dari warga lokal, juga dibantu polisi untuk menghilangkan narkoba dari daerah tersebut.

“Ketiga, dibuat lokasi olahraga di sekiar sungai. Keempat, dibentuk kelompok usaha mikro masyarakat dan didukung pelatihan bagi pemuda,” paparnya.

Terakhir yang kelima, lanjut Ikrimah, bagi warga miskin, diberi bantuan program pemerintah seperti BPJS, KIP, dan lain-lain.

“Di kepolisian sendiri akan dibentuk tim anti narkoba sebagai tim gerak cepat atas pengaduan masyarakat, seperti tim anti preman dan pungli itu,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here