Ilustrasi/Net

Bursa di AS pada perdagangan tadi malam ditutup melemah 4.4%. Sentimen negatif tersebut diyakini akan memperngaruhi kinerja bursa saham di Asia.

“AS benar-benar terpuruk kinerja indeks bursanya setelah terjadi lonjakan klaim pengangguran sebelumnya akibat penyebaran corona. Dalam sepekan angka klaim pengangguran AS menjadi sekitar 3,2 jutaan jiwa,” kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, Kamis (2/4)

Padahal biasanya hanya sekitar puluhan ribu saja (realisasi sepekan sebelumnya dikisaran angka 30 ribuan). Data tersebut sempat diabaikan di pekan lalu, namun dampaknya mulai terasa di perdagangan pekan ini. Terlebih sjeumlah pakar kesehatan di AS menyatakan bahwa ada potensi angka kematian karena covid 19 di AS mencapai 100 ribu hingga 250 ribu nantinya. Perkiraan tersebut membayangi transaksi saham di AS.

Berbeda dengan AS, kondisi pasar di China sudah mulai menunjukan adanya tren pemulihan. Sikap investor pun cukup baik meresponnya. Hal ini juga nantinya akan memberikan dorongan bagi penguatan kinerja indeks bursa di dunia.

Pagi tadi, IHSG diperdagangkan melemah di sesi pembukaan. Rupiah sempat melemah di level 4.419,39 dan sejauh ini diperdagangkan dikisaran level 4.447. Pelaku pasar akan terus dibayangi data penyebaran covid-19 baik global dan tanah air. Disisi lain, mata uang Rupiah kian terpuruk dikisaran 16.505 per US Dolar sejauh ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here