Kabar yang menyebut jika Anggota DPRD Sumut, yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Ebenejer Sitorus meninggal dunia tidak benar.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Kesehatan Pemprov Sumut itu membantah hal tersebut.

“Tidak, ada-ada saja,” kata Aris, Selasa (7/4/2020).

Untuk itu, Aris meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya kabar yang beredar.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sumatera Utara, Ebenezer Sitorus bersama istrinya, NS, resmi berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kepastian itu diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, di Kisaran, Selasa (7/4/2020).

“Dari hasil Rapid Test, mereka dinyatakan berstatus PDP,” kata Rahmad Hidayat Siregar, di Kisaran, Selasa (7/4/2020).

Dari hasil wawancara, Hidayat menjelaskan, bahwa pasien sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta sekitar dua minggu lalu. Setibanya di Kisaran, pasien memeriksakan kesehatannya.

Namun pada saat itu, pasien tidak memiliki gejala klinis dan dinyatakan negatif. Kendati demikian, pasien masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari.

“Pada proses pemantauan tersebut, pasien merasakan kurang enak badan. Kemudian memeriksakan dirinya kembali ke RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran,” terangnya.

Hasil pemeriksaan dengan menggunakan Rapid Test sebanyak 2 kali, kata Hidayat, keduanya dinyatakan positif PDP.

“Jadi bukan positif Corona. Karena yang berhak menyatakan positif atau tidak, bukan kita. Tapi rumahsakit,” katanya.

Menurut Hidayat, saat ini pasien telah dirujuk ke RS Martha Friska di Medan.

Diketahui, Ebenejer Sitorus merupakan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here