Pengadilan Militer Tinggi Medan/RMOLSumut

Pengadilan Militer Tinggi I Medan menyidangkan kasus dugaan perselingkuhan atau perzinahan yang diduga oleh Perwira Menengah (Pamen) TNI AD berpangkat Letnan Kolonel (Letkol).

Bertindak sebagai Hakim Ketua Kolonel Heri dan Oditur Militer Tinggi I Medan, Kolonel Laut Budi Winarno. Sidang sendiri berjalan tertutup.

Kolonel Laut Budi Winarno, menjelaskan perwira menengah TNI AD yang disidangkan adalah Letkol AH. Diduga yang besangkutan melanggar pasal 284 KUHP tentang perzinahan dan atau junto pasal 281 terkait masalah asusila.

“Hari ini sidangnya agenda pemeriksaan saksi pelapor yakni suami dari LC,” ujar Oditur Militer Tinggi I Medan, Kolonel Laut, Budi Winarno di Pengadilan Militer I Medan, Jalan Ngumban Surbakti, Rabu (15/1/2020).

Selanjutnya Kolonel Laut Budi menyebut bahwa kronologis kejadian terjadi di Batam. Di mana ketika itu saksi pelapor, AW sekaligus suami LC sedang membangun proyek di Batam.

“Istrinya (LC) ikut membantu di lapangan, di sana mulai terjadi hubungan antar istri korban dan terdakwa,” sebutnya.

“Untuk ancaman hukuman ke Letkol APH itu 2 tahun 8 bulan, kalau pasal 284 maksimal 8 bulan. Kita belum tahu akan membuktikan yang mana, nanti fakta sidang yang akan bicara. Kemungkinan di pecat bisa, tergantung fakta persidangan,” sambungnya.

AW, saksi pelapor menyebut perselingkuhan istrinya LC dengan Letnan Kolonel sampai terjadi nikah siri. Akibat peristiwa itu, AW mengaku rumah tangga dan pekerjaannya hancur.

Oleh karena itu, AW berharap AH dihukum seberat-beratnya. Bahkan hingga dilakukan pemecatan tidak hormat.

“Saya minta supaya pasal yang disangkakan itu 281 agar bisa PDT (Pemberhentian Tidak Terhormat). Berapa banyak korban atas kasus ini, anak-anak saya, karyawan, saya sendiri. Selain ke Kodam I/BB kasus ini juga saya laporkan ke Kodam Jaya dan Denpom Siliwangi, karena nikah siri nya di lakukan di sana,” bebernya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here