Bangkai-bangkai babi ditemukan mengapung di Sungai Bederah, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Selasa (5/11). Bangkai ternak tersebut diduga dibuang dari kawasan hulu, sebab diketahui penduduk setempat tidak melakukan pembuangan bangkai tersebut.

Menanggapi hal tersebut Pengamat Politik Ikrimah Hamidy menyebut kejadian ini perlu diselidiki dengan cepat agar tidak meresahkan warga.

“Perlu diselidiki dengan cepat karena bisa meresahan warga,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut.

Menurut Ikrimah keresahan yang terjadi dapat ada dua, pertama sumber air minum daerah Marelan diambil PDAM dari sungai di sekitar Marelan sehingga menjadi isu yang meresahkan.

“Yang kedua pencemaran lingkungan hidup. Polisi harusnya mudah menyelesaikan kasus ini,” katanya.

Namun menurutnya yang lebih penting yang perlu diatasi adalah pembiaran peternakan kaki empat oleh Pemda menjadikan Medan dan Deli Serdang serta kawasan tertentu, lingkungannya menjadi kotor.

Ikrimah menyebut ternak babi yang mati biasanya masih bisa dimanfaatkan sehingga tidak harus dibuang, apalagi ke sungai.

“Biasnya ternak babi yang mati itu masih bisa dimanfaatan seperti untuk makanan buaya dan lain-lain. Namun ketika ternak babi yang mati dan dibuang, itu artinya sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dagingnya dan ada sesuatu yang sangat buruk. Perlu diselidiki dan diungkap oleh polisi,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here