Pelarian AM (31), pembawa 24 kilogram sabu dari Aceh menuju Palembang, Sumatera Selatan, berakhir di kawasan Besitang, Kabupaten Langkat. Petugas Satresnarkoba Polrestabes Medan terpaksa menabrak mobil yang dikendarainya setelah pria asal Aceh Utara itu berusaha kabur saat dibuntuti polisi.
Pengungkapan ini bermula dari pengembangan kasus narkoba sebelumnya. Polisi mendapat informasi tentang pengiriman sabu dari Lhokseumawe, Aceh, menuju Palembang menggunakan mobil Daihatsu Terios bernomor polisi BL 1780 NI.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, petugas kemudian melakukan pengintaian di kawasan perbatasan Aceh-Sumatera Utara, Kabupaten Langkat.
Setelah sekitar lima jam mengawasi jalur tersebut, polisi mendeteksi mobil yang dicurigai membawa narkoba. Kendaraan itu melaju kencang hingga petugas melakukan pengejaran.
“Mobil yang kami identifikasi membawa narkoba semakin kencang lajunya. Kami pun kemudian melakukan pengejaran hingga harus menabrak mobil pelaku untuk menghentikan pelariannya,” kata Rafli, Rabu, 14 Oktober 2026.
Setelah mobil berhasil dihentikan, AM sempat menolak turun sehingga petugas harus mengeluarkannya secara paksa. Ia juga sempat menyangkal membawa narkoba.
Namun, penggeledahan menemukan 24 bungkus sabu dengan berat total 24.000 gram atau 24 kilogram. Barang tersebut disembunyikan di beberapa bagian kendaraan, yakni lantai belakang, jok yang telah dimodifikasi, dan dashboard.
Menurut Rafli, AM bukan kali pertama menjadi kurir narkoba. Berdasarkan pemeriksaan, ia pernah membawa narkoba dari Aceh menuju Batam dengan modus serupa.
Dalam pengiriman kali ini, AM dijanjikan upah Rp15 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil sampai ke tujuan. Jika seluruh barang itu tiba di Palembang, ia berpotensi memperoleh bayaran Rp360 juta.
“Pelaku sebelumnya pernah membawa narkoba ke Batam, upah Rp360 juta yang dijanjikan kepadanya membuat pelaku tergiur,” ujar Rafli.
Polisi kini masih memburu pemasok sekaligus pengendali pengiriman tersebut. Identitas orang yang diduga menjadi bos AM telah diketahui dan sedang dalam pengejaran.
Polisi masih mendalami jaringan di balik pengiriman 24 kilogram sabu lintas provinsi itu. 
