Kondisi Krismas Korban Keracunan MBG di Karo Membaik, Dokter Tak Temukan Gangguan Saraf

KESEHATAN
externalexternalexternalexternal
Kondisi Krismas Korban Keracunan MBG di Karo Membaik, Dokter Tak Temukan Gangguan Saraf
Kadis Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy, Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution dan keluarga Krismas Br Sihite saat mengikuti pertemuan membahas perkembangan kondisi pasien, Kamis, 17 September 2026/ist

Article Header Image Kondisi Krismas Br Sihite, siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang sempat kembali menjalani perawatan intensif setelah mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai membaik.

Hasil pemeriksaan tim dokter RSU Haji Medan juga memastikan tidak ditemukan gangguan pada sistem saraf Krismas. Penanganan selanjutnya difokuskan pada peradangan lambung dan kondisi psikologis pasien.

Perkembangan itu terungkap dalam pertemuan antara tim medis, pemerintah dan keluarga Krismas di RSU Haji Medan, Kamis, 17 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan sejumlah dokter spesialis membuat kondisi Krismas kini lebih jelas. Menurutnya, tidak ada temuan medis yang mengharuskan pasien dipindahkan ke rumah sakit lain, termasuk ke Jakarta.

"Para dokter yang hari ini hadir dari berbagai disiplin ilmu, yang tentunya yang mereka sampaikan itu bisa dipertanggungjawabkan. Hari ini sudah terbuka semuanya," kata Faisal.

Dari hasil pemeriksaan, persoalan yang masih membutuhkan penanganan adalah kondisi lambung serta aspek psikiatri.

"Yang paling besar itu masalah psikis. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kita," ujarnya.

Faisal meminta keluarga terus mendampingi Krismas selama masa pemulihan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi kecemasan yang dialami pasien setelah melalui rangkaian perawatan.

"Yakinkan kepada anak kita bahwa dia sudah sehat, sudah baik. Hanya proses pemulihan, hanya proses kesembuhan," katanya.

Endoskopi Temukan Peradangan Lambung

Sementara itu, dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi, dr Ade Rachmat, mengungkapkan hasil pemeriksaan endoskopi terhadap Krismas.

Pemeriksaan tidak menemukan luka atau erosi pada pangkal tenggorokan dan kerongkongan. Namun, ketika pemeriksaan dilanjutkan ke lambung, dokter menemukan adanya cairan berbuih berwarna kekuningan disertai kemerahan dan erosi.

Peradangan ditemukan cukup luas hingga bagian lambung yang menuju usus dua belas jari.

"Kalau dilihat dengan gambaran endoskopi seperti ini, artinya ini disebut dengan pangastritis. Jadi kalau pangastritis berarti semua area dari lambung itu mengalami peradangan," jelas Ade.

Untuk memastikan penyebab peradangan tersebut, dokter mengambil sampel jaringan untuk biopsi. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam lima hingga delapan hari.

Tim medis masih menunggu hasil biopsi untuk memastikan apakah peradangan berkaitan dengan infeksi atau penyebab lainnya.

Tak Ada Indikasi Rujuk ke Jakarta

Direktur RSU Haji Medan, Yulinda Elvi Nasution mengatakan, pemeriksaan Krismas melibatkan sejumlah dokter spesialis, mulai dari dokter anak, ginjal, saraf hingga saluran pencernaan.

Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kondisi yang mengharuskan Krismas dirujuk ke Jakarta.

"Kalau ada masalah lagi kami siap menerima adik Krismas untuk kontrol kembali rawat jalan ke Rumah Sakit Haji. Jadi tetap dalam pantauan kami keadaan kesehatan Krismas untuk selanjutnya," kata Yulinda.

Menurut Yulinda, rumah sakit tetap akan memantau kondisi Krismas. Jika membutuhkan pemeriksaan lanjutan, pasien dapat kembali menjalani kontrol di RSU Haji Medan maupun fasilitas kesehatan di Karo.

Ia mengatakan, rujukan ke rumah sakit tipe A tetap akan dilakukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebutuhan medis yang tidak dapat ditangani di RSU Haji Medan.

Namun, dari pemeriksaan terbaru, kebutuhan tersebut belum ditemukan.

"Alhamdulillah dari hasil asesmen, pemeriksaan yang dilakukan oleh kawan-kawan dari dokter spesialis dan konsultan ini, semuanya sudah mengerucut," ujarnya.

Pemeriksaan neurologis juga tidak menunjukkan gangguan pada saraf.

"Alhamdulillah masalah dari persyarafannya, neuronya tidak masalah," kata Yulinda.

Krismas sebelumnya menjalani perawatan sekitar 10 hari di RS Haji Medan setelah insiden keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Ia sempat dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada 21 Agustus 2026.

Namun, kondisi Krismas kembali menurun di rumah. Pada 10 September 2026, keluarga membawanya ke RS Efarina Berastagi. Saat itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang sedang menjenguk pasien kemudian meminta agar Krismas kembali mendapat perawatan di RS Haji Medan.

Krismas selanjutnya kembali dirawat dan sempat menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Keluarga sebelumnya mengeluhkan sejumlah kondisi, di antaranya sakit perut, pusing hingga kebas pada kedua kaki.

Kini, tim medis masih memantau perkembangan kondisi Krismas. Jika terus membaik, pasien dapat melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan dengan tetap berada dalam pemantauan dokter. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait