Foto/net

Pemain sepak bola berdarah Batak yang kini menjadi kapten klub Cagliari, Radja Nainggolan ternyata tidak sungkan untuk mendonasikan hidupnya untuk misi kemanusiaan di tengah pandemi Covid 19. Kompetisi Serie A Italia yang libur akibat wabah covid 19 membuatnya memilih untuk menjadi relawan pengantar makanan.

Momen ia mengenakan masker dan sarung tangan sembari melakukan pendataan pada sebuah meja tertangkap kamera wartawan. Media Sardinia, Sardegna Live mengatakan mantan pemain AS Roma ini turun langsung membagikan makanan utnuk masyarakat yang terdampak wabah virus corona.

Nainggolan disebutkan mengurusi pengaturan dan pengantaran parsel makanan ke para keluarga yang mengalami kesulitan karena wabah Covid-19, khususnya untuk mereka yang kehilangan pekerjaan. Awalnya, sebuah permintaan disampaikan ke seluruh warga di kota Cagliari, apakah ada yang berniat membantu tim relawan. Nainggolan menjawab permintaan itu dan bergabung, kata Football Italia.

Antonio Carboni, selebriti dan aktor Italia, yang mengunggah foto Nainggolan saat berada di meja relawan, menuliskan Nainggolan memiliki hati emas.

“Nainggolan sering dibicarakan karena kelebihannya tetapi terlalu sedikit untuk pekerjaan baik yang dilakukannya setiap hari. Di atas lapangan itu adalah sebuah fenomena. Satu yang selalu tersedia untuk semua orang: hari ini ia pergi ke Caritas untuk membantu mengantarkan bahan makanan kepada yang membutuhkan. Hati emas,” tulisnya.

Italia menjadi negara dengan tingkat kasus yang tinggi dan menjadi epicentrum virus corona di Eropa. Lebih dari 170.000 kasus positif Covid-19 dan 22.000 lebih angka kematian, membuat siapa pun merinding mendengarnya. Nainggolan sebelumnya juga sempat khawatir wabah virus corona akan berdampak kepada istrinya, Claudia, yang tengah dalam perawatan karena kanker.

“Virus corona adalah masalah besar,” kata Nainggolan lewat akun Instagramnya beberapa waktu lalu.

“Orang-orang menghindari rumah sakit dan para terapis juga tidak mau mengambil risiko. Saya berharap semuanya kembali normal secepat mungkin, karena Claudia memiliki sistem imun yang lemah,” tambah mantan pemain AS Roma itu.

“Sekarang setiap saya pergi berbelanja, ada risiko virus itu menghinggapi saya. Setiap saya pulang ke rumah, saya takut dan khawatir menjadi carrier baginya (Claudia). Yang bisa saya lakukan saat ini adalah berhati-hati,” katanya, Ia juga mengimbau agar semua masyarakat mematuhi aturan menggunakan masker, menjaga jarak, dan sedapat mungkin berdiam di rumah.

Radja Nainggolan merupakan pemain sepak bola dunia kelahiran Belgia, 4 Mei 1988. Ibunya, Lizy Bogaerts, seorang Belgia beretnis Flandria dan ayahnya, Marianus Nainggolan, orang Indonesia berasal dari suku Batak.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here