Lisa Andriani dalam diskusi Social Infinity Meetup (SIM) dengan tema "perempuan dan kepemimpinan" yang digelar oleh redaksi Kantor Berita RMOLSumut

Diluar konteks gender, pemimpin adalah sikap dan sifat yang bisa dimiliki siapapun. Oleh sebab itu, sudah bukan waktunya lagi untuk menggelar perdebatan bahwa kursi pemimpin harus dimiliki laki-laki.

“Dalam ajaran agama saya itu sudah tuntas. Pria adalah imam. Dan kaum perempuan ikut imamnya. Tapi dalam konteks pemimpin dan kepemimpinan peluang itu terbuka bagi siapapun sepanjang syarat-syarat seperti siddiq, amanah , tabligh dan fathanah ada pada diri seseorang,” kata Lisa Andriyani Lubis yang sampai ini diketahui sebagai satu-satunya bakal calon peserta Pilkada Kota Binjai 2020, Jumat (24/1).

Dalam banyak hal, lanjut Lisa, perempuan muncul sebagai pemimpin orang banyak bukan hal yang tabu. Bahkan dalam narasi kepahlawanan dan kepemimpinan, Indonesia memiliki banyak referensi.

“Narasi tentang kepemimpinan dan pemimpin di Indonesia ini banyak. Baik sejarah, atau bahkan yang terjadi hari ini. Banyak juga tokoh-tokoh perempuan muncul sebagai ikon kebangkitan,” lanjut Lisa.

Perempuan yang pada 2018 lalu ditahbiskan sebagai Bunda Literasi oleh sebuah komunitas di Binjai, KBKC ini mengimbau kepada para perempuan agar tidak menjadikan kodratnya sebagai penghalang untuk bisa berkontribusi dan mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak.

“Di rumah, perempuan tetap ingat pada kodratnya. Sebagai anggota masyarakat, Perempuan punya hak dan kewajiban yang sama,”

“Secara sederhana, perempuan sudah menjadi pemimpin sejak di dalam rumahnya. Sebab itu, sebelum ikut memberikan sumbangan kepada masyarakat, urusan di rumah sudah semestinya diselesaikan lebih dulu,” demikian Lisa.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here