Gedung Warenhuis Medan/Net

Sejumlah aset penting yang semula dimiliki Pemko Medan kini telah lepas ke pihak lain. Bahkan aset bersejarah banyak tak mampu dikelola Pemko Medan hingga berujung diklaim pihak ketiga.

Terbaru, Gedung Supermarket pertama di Kota Medan bernama Warenhuis yang sedianya milik Pemko Medan telah digugat pihak ketika, dan Pemko Medan kalah di pengadilan. Walau masih dalam status banding, yang jelas Warenhuis gagal dikelola dengan baik oleh Pemko Medan.

Jika ditilik lebih dalam, banyak aset yang telah beralih kepemilikan. Padahal aset-aset tersebut bisa bermanfaat luas bagi masyarakat.

Bagaimana tanggapan Ketua Komisi III DPRD Medan, Muhammad Afri Rizki Lubis? Menurut politisi Partai Golkar itu, aset Pemko Medan sudah selayaknya diselamatkan.

“Ada banyak cara menjaga dan menyelamatkan aset kita. Bisa dengan inventarisasi aset sehingga dapat diketahui jenis dan klasifikasinya,” kata Pria yang akrab disapa Rizki itu Rabu (29/7/2020).

Yang lebih bermanfaat, sudah selayaknya aset dikembalikan fungsinya untuk kepentingan masyarakat. Dengan demikian, income pun bisa dimaksimalkan untuk kas daerah.

“Kan bisa dimanfaatkan dengan efisien dan efektif melalui mekanisme yang legal secara hukum tentunya. dan harus sesuai peraturan perundang-undangan juga mesti transparan. Yang harus juga profesional pengelolaannya sehingga mendatangkan manfaat dan generating income bagi daerah,” papar Rizki.

Lantas bagaimana terkait Gedung Warenhuis yang sudah dimenangkan pihak ketiga?

“Gedung warenhuis adalah aset bersejarah yang perlu diselamatkan melalui upaya revitalisasi. Dan itu tentu memerlukan biaya yang cukup besar. Perlu kalkulasi yang matang,” kata Rizki.

Namun begitu tetap ada jalan untuk menyelamatkannya. “Yakni dengan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak swasta yang dapat merawat dan memelihara gedung bernilai sejarah tersebut dengan baik, profesional dan transparan sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” bebernya.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang mampu menjaga, menyelamatkan dan merestorasi aset, Rizki katakan butuh sosok walikota Medan yang visioner dan kreatif.

Sejauh ini, Walikota Medan dianggap hanya menjalankan hal yang biasa bersifat rutinitas tanpa ada terobosan.

“Yang kita butuhkan itu walikota visioner dan berpikir out the box,” lanjut Rizki.

“Sosok yang dapat mengembangkan aset daerah adalah pemimpin yang kreatif dan inovatif serta memiliki visi yang jelas,” tambah Rizki.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang visioner, Rizki nengatakan sudah selayakanya Medan dipimpin oleh sosok muda.

“Kita saat ini butuh pembuat perubahan yang bisa membuat aset yang terbengkalai menjadi bernilai baik secara estetika maupun memberikan nilai tambah di bidang ekonomi. Dan tentunya nemberikan dampak kesejahteraan masyarakat kota Medan. Untuk itu pastilah hanya sosok pemimpin muda yg sesuai dengan visi ini,” pungkas Rizki.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here