Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mengaku jengkel dengan pejabat yang memaksa anaknya maju dalam perhelatan politik menjelang 2024 ditanggapi oleh sejumlah pihak.

Politikus Demokrat, Roy Suryo menanggapi dengan santai pidato Presiden RI kelima itu pada Rabu malam (19/2) itu. Roy Suryo meyakini, Megawati seperti lazimnya orang pidato menggunakan jari telunjuknya seolah menuding pihak lain. Namun, tiga jari lainnya menunjuk ke arah dirinya sendiri.

“Meski kemarin sengaja silent (diam) soal komentar Bu Mega ini. Namun karena banyak yang tanya bagaimana tanggapan saya, simple saja. Meski satu (jari) menunjuk ke orang lain tetapi sebenarnya yang tiga (jarinya) menunjuk dirinya/pihaknya sendiri. Hehehe,” ucap Roy Suryo dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (21/2).

Megawati mengkritik keras pejabat yang mendorong anak atau keluarganya untuk maju dalam kontestasi politik. Terutama bagi mereka yang memang anak atau keluarganya belum punya kemampuan yang sudah teruji.

“Berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu nggak bisa, jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Kalau nggak anake, kalau ndak istrine, kalau nggak ponakane,” ujar Megawati.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here