Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mendesak seluruh pengusaha industri untuk aktif berpartisipasi mencegah penyebaran Covid-19.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada perusahaan Wilmar dan yang lainnya untuk turut serta bersama pemerintah. Bahkan, ia mengancam akan menutup usahanya di Sumut jika para perusahaan itu tak memiliki kepeduliannya.

Hal itu diungkapkannya saat rapat koordinasi terkait penanganan covid-19 dengan pelaku usaha di aula rumah dinas Gubsu, Jalan Jendral Sudirman, Medan, Kamis (26/3/2020)

“Wilmar itu siapa bosnya? Si Tanoto itu ya? Eh, beritahu sama dia, jangan dipikir saya tak bisa menutup dia ya. Saya Gubernur Sumatera Utara ini, siapa dia backing dia? Aku tak peduli,” kata Edy kepada seorang perwakilan PT Wilmar yang hadir di rapat tersebut.

“Saya hanya butuh kerjasama, apa donasi yang bisa diberikan untuk kita semua. Jangan cari makan saja kerjanya, nanti saya telpon dia,” imbuhnya.

Dalam rapat itu, Edy juga terlihat kesal. Sebab, semua perusahaan yang diundang hanya dihadiri staf.

“Mana lagi perusahaan besar disini, kalau sudah situasi gini, semua ngaku kecil. Indofood mana, Anthony Salim kesini tak mungkin, beritahu dengan pak Franky, tanya apa yang bisa dibantu,” ujarnya kepada perwakilan Indofood.

Edy mengaku, keberadaan perusahaan ini sangat dibutuhkan ditengah langkah antisipasi covid-19. Ia juga tak ingin ditengah pandemi ini, ada perusahaan yang memecat karyawannya.

“Saya tak tahu ini sampai kapan seperti ini. Saya butuh kerjasama dengan anda, baik motivasi maupun finansial. Apa yang bisa kau bantu, tak bisa langsung, langsung ke rakyatnya. Saya tak mau ada PHK, sesulit apapun, konsultasi dengan saya kalau mau PHK, ini masalah dunia,” demikia Edy.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here