Momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang seharusnya menjadi panggung penyatuan pemuda Indonesia justru dilewatkan begitu saja oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Ketua Umum PP ISARAH Adheri Sitompul, SH., M.IP dan Ketua Muktamar ke XII ISARAH Abdul Thaib Siahaan, ST., M.I.Kom secara tegas menyatakan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir gagal total menyatukan organisasi induk kepemudaan.
Menurut Adheri Sitompul, polemik berkepanjangan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sama sekali tidak mendapat perhatian serius dari Erick Thohir. Padahal KNPI adalah rumah besar tempat berhimpunnya seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia.
"Polemik yang terjadi di lembaga tempat berhimpunnya organisasi-organisasi kepemudaan yang akrab kita sebut dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia sama sekali tidak ada upaya dari Erick Thohir selaku Menteri Pemuda dan Olahraga untuk mempersatukannya," tegas Adheri, Rabu, 28 Oktober 2026.
Adheri menilai pembiaran terhadap banyaknya pihak yang mengklaim diri sebagai Ketua Umum KNPI seharusnya bisa ditertibkan oleh Kemenpora. Akibat pembiaran itu, organisasi pemuda dari tingkat pusat hingga kecamatan kebingungan menentukan KNPI mana yang legitimate untuk diikuti.
"Banyaknya nama yang memakai singkatan KNPI saat ini telah membuat kebingungan bagi organisasi pemuda mulai tingkatan pusat sampai di tingkatan kecamatan, yang mana yang bernama Komite sebenarnya. Karena ada juga yang memakai singkatan KNPI (Kesatuan Nasional Pemuda Indonesia). Hal seperti ini kan harus ada ketegasan dari Pak Menteri," ujarnya.
Ketua Muktamar XII ISARAH Abdul Thaib Siahaan menambahkan, jangan sampai Menteri hanya konsentrasi pada urusan olahraga saja. Organisasi kepemudaan juga merupakan tanggung jawab utama Menpora.
"Kemenpora harus punya skema untuk penyatuan organisasi kepemudaan tersebut. Bukan malah konflik-konflik yang terjadi dibiarkan begitu saja. Karena Organisasi KNPI adalah organisasi yang menempa mental para pemuda untuk menjadi pemimpin bangsa masa depan," tegas Abdul Thaib.
Menurut keduanya, momentum Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini benar-benar dilewatkan oleh Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menyatukan para pemuda yang berhimpun dalam tubuh KNPI.
"Kegagalan Erick Thohir ini harus menjadi bahan evaluasi oleh Pak Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia," pungkas Adheri.
Adheri menambahkan agar pak presiden Prabowo Subianto dapat melakukan Reshuffel menteri Pemuda dan Olahraga.
“Sudah saatnya Menteri Pemuda dan olahraga di berikan kepada orang yang faham dengan proses organisasi kepemudaan bukan orang yang tidak faham dengan problematika organisasi kepemudaan seperti pak Eric Tohir saat ini,” pungkasnya.
