KINERJA Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam mengantisipasi potensi konflik menjelang Pilpres sungguh patut diacungi jempol. Kericuhan yang muncul saat  peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-93 pada Rabu (27/2) di Tebing Tinggi itu langsung dipadamkan dengan cepat dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Harapannya, dengan reaksi cepat bak pemadam kebakaran itu, Polda Sumut menjadi role model bagi kepolisian di daerah lain untuk penanganan keributan yang muncul di tengah masyarakat yang tengah terjebak di dalam situasi binary opposition.

Benar saja, banjir pujian pun mengalir kepada kinerja penegak hukum berseragam coklat ini. Banyak dukungan dan sanjungan dialamatkan kepada khususnya Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Adrianto.

Belakangan, pujian kepada Kapolda Agus Adrianto terdengar sumir. Gerindra Sumut lewat Romo Center yang dikelola oleh anggota DPR RI, Muhammad Syafi’i  menggugat sanjungan warga terhadap kesigapan sang Kapolda. Kok?

Prestasi dan ketangkasan kepolisian daerah Sumut itu dinilai melukai suasana kebhatinan warga yang tengah terjebak dalam polarisasi pilihan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here