Pastikan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, Asisten Stafsus Presiden Kunjungi Sejumlah Kampus Di Sumut

Pastikan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, Asisten Stafsus Presiden Kunjungi Sejumlah Kampus Di Sumut

TemanKIP adalah sebuah program kolaborasi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud RI, dan Kemenag RI yang bertujuan untuk membantu dan mendampingi proses penerimaan manfaat dari Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Pemerintah telah menganggarkan Tahun 2020 KIP-Kuliah berjumlah 818.000 penerima baik yang baru dan on going. Skema prioritas yang berhak mendapatkan KIP-Kuliah adalah pemegang KIP-Pelajar atau orang tua pemegang PKH/KKS dan kartu Pra sejahtera lain, atau anggota keluarga pertama yang menempuh pendidikan kuliah ( first generation) atau pendapatan orang tua dibawah Rp 4 Juta jika dibagi jumlah keluarga 750.000/orang. Upaya memastikan KIP-Kuliah tepat sasaran, Koordinator Wilayah TemanKIP zona Sumatera sekaligus P-Asisten Staf Khusus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan pada Rabu (26/8) melakukan kunjungan ke Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Medan (UNIMED) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang sebelumnya hal yang sama juga dilakukan Sumatera Barat di Kampus UNP, UIN Imam Bonjol dan Universitas Andalas. Dalam kunjungannya ke Kota Medan, tim temanKIP mengawali untuk pertemuan dengan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat itu langsung disambut oleh Rektor Prof Runtung Sitepu dan sejumlah pejabat kampus Universitas Sumatera Utara. Dalam Dialog pertemuan tersebut Ahmad Riduan menyampaikan pesan bahwa Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari program kolaborasi #temanKIP antara Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud dan Kemenag sebagai upaya memastikan pesan presiden agar tidak ada anak yang tidak berkuliah gara-gara kurangnya biaya pendidikan," kata Ahmad Riduan, Rabu (26/8) . Prof Runtung Sitepu menyebutkan, Universitas Sumatera Utara menjadi salah satu kampus yang menerima jumlah kuota KIP dan UKT, yakni sebanyak 1.608 pada tahap 1, pada tahap 2 sebanyak 240 jika ditotal menjadi 1.848 calon penerima KIP Kuliah. "Ini sangat membantu para mahasiswa yang terdampak masalah ekonomi karena COVID-19, Pihaknya juga berjanji, akan memastikan pelaksanaan beasiswa KIP Kuliah terlaksana dengan baik. Bahkan, pihak rektorat siap berkolaborasi dengan teman KIP bersama-sama mensukseskan proses penerimaan dan pendampingan beasiswa KIP Kuliah di Universitas Sumatera Utara. jelasnya. Rektor mengaku sangat berterima kasih atas kesigapan #temanKIP dalam memantau penyaluran besasiswa KIP Kuliah dan UKT. "Saya salut dan berterima kasih atas kunjungan koorwil temanKIP ke kampus kami," kata Rektor Setelah bertemu rektor Universitas Sumatera Utara (USU) #temanKIP melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Itara (UINSU) yang di terima langsung Wakil Rektor 1 UINSU Prof Syafaruddin M.Pd yang didampingi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Amiruddin Siahaan, dan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Drs. Efi Brata Madya, M.Si. di Aula Biro Rektorat Lantai 3 UIN SU, Rabu (26/08) Wakil Rektor UINSU menyambut baik kedatangan tim Staf Khusus Presiden RI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan siap sedia mensukseskan program KIP karena menjadi tanggung jawab bersama sebagai perguruan tinggi penyelenggara. “Kami melaporkan, kuota KIP-Kuliah yang di berikan kementerian agama kepada UIN SU sebayak 410 orang, dan kami sampaikan UINSU akan melakukan verifikasi yang baik agar penrima KIP-Kuliah ini yang paling berhak” Tegas Prof Syafaruddin M.Pd. Prof Syafar menyampaikan bahwa kuota 410 amatlah kurang bagi UIN-SU jika di lihat dari jumlah data sebelumnya mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan punya potensi akademik yang baik. dan berharap agar jumlah tersebut dapat di perbanyak di tahun mendatang. Ujar Syafar Koorwil #temanKIP zona Sumatera yang juga P-Asisten Stafsus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan melanjutkan kunjungan ke Universitas Negeri Medan (UNIMED), Kamis (27/08) di sambut Rektor UNIMED Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. yang didampingi Guru Besar UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd , Wakil Rektor 1 Dr. Restu, MS, Wakil Rektor 2 Dr.Martina Restuati, M.Si, Wakil Rektor 3 Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, Wakil Rektor 4 Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D. Dr Syamsul Gultom menyatakan bahwa UNIMED salah satu kampus dengan akreditasi A dan merupakan kampus yang pertama di Sumatera Utara. Unimed di tahun 2020 menerima kuota KIP-Kuliah baru sebanyak 1.040 pada tahap pertama dan 155 pada tahap kedua. Total calon penerima KIP-Kuliah baru 1.196 orang yang akan di bagi dalam tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Syamsul Gultom menjelaskan selain KIP-Kuliah baru, Unimed juga mendapatkan bantuan keringanan UKT/SPP yang dianggarkan pemerintah sebanyak 2500 orang bagi mahasiswa kurang mampu maupun yang terdampak covid-19. menyatakan dukungan menjadi mitra terbaik #temanKIP agar penyaluran KIP-Kulian dan bantuan keringanan UKT tepat sasaran. "Kami UNIMED pak siap menjadi garda terdepan berkolaborasi bersama #temanKIP dan Staf Khsusus Presiden mengawal agar KIP-Kuliah dan Bantuan keringanan UKT tepat sasaran, Mohon sampaikan komitmen kami ini pak ke Stafsus Presiden RI" Tegasnya Sementara itu, P-Asisten Stafsus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan menyampaikan apresisasi atas kesigapan Unimed dalam mensuskseskan program KIP-Kuliah dan optimis skuad lengkap Unimed dapat menghantarkan Unimed masuk 10 Kampus terbaik se Indonesia. "Pak Rektor, ini skuad terlengkap dalam penyambutan kami #temanKIP, dan optimis skuad yang lengkap ini serta komitmen yang tinggi akan menghantarkan Unimed menjadi 10 Top kampus terbaik di Indonesia dan bersaing dengan kamus dunia." Ucapnya Riduan menambahkan, agar kampus bisa memaksimalkan KIP-Kuliah dan bantuan keringanan UKT agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan, Jangan sampai ada dana yang tidak terpakai karena aturan teknis yang harusnya bisa di carikan solusi solutifnya. "Pak rektor, Dana itu sudah ada jangan sampai dipulangkan gara gara aturan teknis, carikan solusi solutifnya dan konsultasikan Kapus Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendukbud. Selanjutnya penerima KIP-Kuliah agar ada evaluasi berkala persemester untuk memantau perkembangan akademik anak, sehingga mereka bisa menjadi duta pendidikan Indonesia sebagai kampanye yang miskin juga harus kuliah,” tegas Riduan Setelah kunjungan kampus, P-Asisten Stafsus Presiden juga bertemu PIC Kampus USU, Unimed, UIN-SU, UISU, dan UMSU serta bertemu Kelompok Cipayung Plus di Medan.[R]


TemanKIP adalah sebuah program kolaborasi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud RI, dan Kemenag RI yang bertujuan untuk membantu dan mendampingi proses penerimaan manfaat dari Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

Pemerintah telah menganggarkan Tahun 2020 KIP-Kuliah berjumlah 818.000 penerima baik yang baru dan on going. Skema prioritas yang berhak mendapatkan KIP-Kuliah adalah pemegang KIP-Pelajar atau orang tua pemegang PKH/KKS dan kartu Pra sejahtera lain, atau anggota keluarga pertama yang menempuh pendidikan kuliah ( first generation) atau pendapatan orang tua dibawah Rp 4 Juta jika dibagi jumlah keluarga 750.000/orang.

Upaya memastikan KIP-Kuliah tepat sasaran, Koordinator Wilayah TemanKIP zona Sumatera sekaligus P-Asisten Staf Khusus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan pada Rabu (26/8) melakukan kunjungan ke Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Medan (UNIMED) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang sebelumnya hal yang sama juga dilakukan Sumatera Barat di Kampus UNP, UIN Imam Bonjol dan Universitas Andalas.

Dalam kunjungannya ke Kota Medan, tim temanKIP mengawali untuk pertemuan dengan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat itu langsung disambut oleh Rektor Prof Runtung Sitepu dan sejumlah pejabat kampus Universitas Sumatera Utara.

Dalam Dialog pertemuan tersebut Ahmad Riduan menyampaikan pesan bahwa Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari program kolaborasi #temanKIP antara Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud dan Kemenag sebagai upaya memastikan pesan presiden agar tidak ada anak yang tidak berkuliah gara-gara kurangnya biaya pendidikan," kata Ahmad Riduan, Rabu (26/8) .

Prof Runtung Sitepu menyebutkan, Universitas Sumatera Utara menjadi salah satu kampus yang menerima jumlah kuota KIP dan UKT, yakni sebanyak 1.608 pada tahap 1, pada tahap 2 sebanyak 240 jika ditotal menjadi 1.848 calon penerima KIP Kuliah.

"Ini sangat membantu para mahasiswa yang terdampak masalah ekonomi karena COVID-19, Pihaknya juga berjanji, akan memastikan pelaksanaan beasiswa KIP Kuliah terlaksana dengan baik. Bahkan, pihak rektorat siap berkolaborasi dengan teman KIP bersama-sama mensukseskan proses penerimaan dan pendampingan beasiswa KIP Kuliah di Universitas Sumatera Utara. jelasnya.

Rektor mengaku sangat berterima kasih atas kesigapan #temanKIP dalam memantau penyaluran besasiswa KIP Kuliah dan UKT.

"Saya salut dan berterima kasih atas kunjungan koorwil temanKIP ke kampus kami," kata Rektor

Setelah bertemu rektor Universitas Sumatera Utara (USU) #temanKIP melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Itara (UINSU) yang di terima langsung Wakil Rektor 1 UINSU Prof Syafaruddin M.Pd yang didampingi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Amiruddin Siahaan, dan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Drs. Efi Brata Madya, M.Si. di Aula Biro Rektorat Lantai 3 UIN SU, Rabu (26/08)

Wakil Rektor UINSU menyambut baik kedatangan tim Staf Khusus Presiden RI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan siap sedia mensukseskan program KIP karena menjadi tanggung jawab bersama sebagai perguruan tinggi penyelenggara.

“Kami melaporkan, kuota KIP-Kuliah yang di berikan kementerian agama kepada UIN SU sebayak 410 orang, dan kami sampaikan UINSU akan melakukan verifikasi yang baik agar penrima KIP-Kuliah ini yang paling berhak” Tegas Prof Syafaruddin M.Pd.

Prof Syafar menyampaikan bahwa kuota 410 amatlah kurang bagi UIN-SU jika di lihat dari jumlah data sebelumnya mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan punya potensi akademik yang baik. dan berharap agar jumlah tersebut dapat di perbanyak di tahun mendatang. Ujar Syafar

Koorwil #temanKIP zona Sumatera yang juga P-Asisten Stafsus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan melanjutkan kunjungan ke Universitas Negeri Medan (UNIMED), Kamis (27/08) di sambut Rektor UNIMED Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. yang didampingi Guru Besar UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd , Wakil Rektor 1 Dr. Restu, MS, Wakil Rektor 2 Dr.Martina Restuati, M.Si, Wakil Rektor 3 Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, Wakil Rektor 4 Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D.

Dr Syamsul Gultom menyatakan bahwa UNIMED salah satu kampus dengan akreditasi A dan merupakan kampus yang pertama di Sumatera Utara. Unimed di tahun 2020 menerima kuota KIP-Kuliah baru sebanyak 1.040 pada tahap pertama dan 155 pada tahap kedua. Total calon penerima KIP-Kuliah baru 1.196 orang yang akan di bagi dalam tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri.

Syamsul Gultom menjelaskan selain KIP-Kuliah baru, Unimed juga mendapatkan bantuan keringanan UKT/SPP yang dianggarkan pemerintah sebanyak 2500 orang bagi mahasiswa kurang mampu maupun yang terdampak covid-19. menyatakan dukungan menjadi mitra terbaik #temanKIP agar penyaluran KIP-Kulian dan bantuan keringanan UKT tepat sasaran.

"Kami UNIMED pak siap menjadi garda terdepan berkolaborasi bersama #temanKIP dan Staf Khsusus Presiden mengawal agar KIP-Kuliah dan Bantuan keringanan UKT tepat sasaran, Mohon sampaikan komitmen kami ini pak ke Stafsus Presiden RI" Tegasnya

Sementara itu, P-Asisten Stafsus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan menyampaikan apresisasi atas kesigapan Unimed dalam mensuskseskan program KIP-Kuliah dan optimis skuad lengkap Unimed dapat menghantarkan Unimed masuk 10 Kampus terbaik se Indonesia.

"Pak Rektor, ini skuad terlengkap dalam penyambutan kami #temanKIP, dan optimis skuad yang lengkap ini serta komitmen yang tinggi akan menghantarkan Unimed menjadi 10 Top kampus terbaik di Indonesia dan bersaing dengan kamus dunia." Ucapnya

Riduan menambahkan, agar kampus bisa memaksimalkan KIP-Kuliah dan bantuan keringanan UKT agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan, Jangan sampai ada dana yang tidak terpakai karena aturan teknis yang harusnya bisa di carikan solusi solutifnya.

"Pak rektor, Dana itu sudah ada jangan sampai dipulangkan gara gara aturan teknis, carikan solusi solutifnya dan konsultasikan Kapus Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendukbud. Selanjutnya penerima KIP-Kuliah agar ada evaluasi berkala persemester untuk memantau perkembangan akademik anak, sehingga mereka bisa menjadi duta pendidikan Indonesia sebagai kampanye yang miskin juga harus kuliah,” tegas Riduan

Setelah kunjungan kampus, P-Asisten Stafsus Presiden juga bertemu PIC Kampus USU, Unimed, UIN-SU, UISU, dan UMSU serta bertemu Kelompok Cipayung Plus di Medan.