Pengamat lingkungan hidup di Kota Medan, Jaya Arjuna meminta Pemerintah Kota Medan segera melakukan pembersihan sungai dari bangkai babi. Hal ini disampaikannya menyikapi semakin banyaknya temuan bangkai babi pada aliran sungai di Kota Medan.

“Ini emergency, kalau tidak punya anggaran bisa dipakai uang untuk bencana,” katanya, Jumat (8/11).

Selain pembersihan sungai dari bangkai babi, Jaya juga berhadap Pemko Medan berkoordinasi dengan pihak penegak hukum untuk menelusuri pelaku dibalik aksi pencemaran sungai tersebut. Menurutnya penelusuran terhadap pelaku tidak akan sulit mengingat hal tersebut hanya butuh penelusuran pada titik-titik lokasi yang dijadikan tempat memelihara ternak babi.

“Minta laporan dari pihak lurah dengan mengecek siapa yang beternak babi, kemudian cek yang memiliki kandang babi, kemudian cek saat ini keberadaan babinya ada atau tidak.Jika memiliki kandang babi namun babinya tidak ada, berarti babinya sudah mati dibuang,” ujarnya.

Jaya Arjuna menegaskan, penegakan aturan soal ternak harus dilakukan. Karena itu menyangkut kenyamanan masyarakat. Ketegasan terhadap para peternak juga harus diterapkan supaya para peternak bertanggungjawab terhadap kondisi ternak mereka.

“Aturan soal beternak berapa jarak dari pemukiman warga, lalu aturan soal penanganan babi dengan mengubur itu wajib,” pungkasnya.

Diketahui ratusan bangkai babi ditemukan di Sungai Bederah, Medan Marelan. Babi tersebut diduga dibuang setelah mati akibat terjangkit virus kolera babi atau Hog Cholera. Hasil uji laboratorium terbaru juga menemukan indikasi Flu Babi Afrika yang juga menjadi penyebab matinya ternak tersebut.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here