Pemprov Sumut Genjot Pertanian Untuk Pulihkan Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pertanian Untuk Pulihkan Ekonomi

Dalam upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ingin menerapkan beberapa strategi untuk pemulihan, salah satunya dengan menggenjot sektor pertanian. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (4/9). "Untuk pemulihan ekonomi, kita fokus melihat potensi daerah. Berdasarkan analisa yang dilakukan Bank Indonesia di Provinsi Sumut, dari sektor pertanian yang paling mungkin kita melakukan pemulihan ekonomi," ujar Gubernur. Beberapa komoditi pertanian di Sumut, kata Edy Rahmayadi, juga mengalami surplus, seperti beras, cabai merah dan cabai rawit. Masing-masing kabupaten/kota pun punya potensi berbeda, seperti Kabupaten Humbang Hasudutan berpotensi untuk tanaman komoditi bawang putih, bawang merah dan cabai merah. Kabupaten Deli Serdang untuk padi dan peternakan, sedangkan Kabupaten Karo diandalkan tanaman palawija dan sayuran. Mengingat saat ini Indonesia sangat susah untuk memasukkan barang impor, maka peningkatan produk pertanian menjadi peluang terbaik untuk pemulihan ekonomi. "Saya tidak terlalu berharap akan hal itu (impor). Peluangnya adalah kita antar daerah saling bertukar komoditi yang surplus. Siapa yang lebih cepat menekan angka Covid-19, maka akan semakin cepat bangkit ekonominya. Kita harus sejalan menekan Covid-19 dan meningkatkan taraf hidup warga kita," harapnya. Potensi lahan pertanian di Sumut juga sangat luas. Untuk itu, Gubernur juga berencana akan memperluas lahan pertanian di daerah ini dengan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten. "Mengingat potensi padi kita sangat besar, sehingga surplus padi kita pun akan meningkat dan akhirnya bisa membantu kebutuhan padi di provinsi lainnya," ujarnya.[R]


Dalam upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ingin menerapkan beberapa strategi untuk pemulihan, salah satunya dengan menggenjot sektor pertanian.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (4/9). "Untuk pemulihan ekonomi, kita fokus melihat potensi daerah. Berdasarkan analisa yang dilakukan Bank Indonesia di Provinsi Sumut, dari sektor pertanian yang paling mungkin kita melakukan pemulihan ekonomi," ujar Gubernur.

Beberapa komoditi pertanian di Sumut, kata Edy Rahmayadi, juga mengalami surplus, seperti beras, cabai merah dan cabai rawit. Masing-masing kabupaten/kota pun punya potensi berbeda, seperti Kabupaten Humbang Hasudutan berpotensi untuk tanaman komoditi bawang putih, bawang merah dan cabai merah. Kabupaten Deli Serdang untuk padi dan peternakan, sedangkan Kabupaten Karo diandalkan tanaman palawija dan sayuran.

Mengingat saat ini Indonesia sangat susah untuk memasukkan barang impor, maka peningkatan produk pertanian menjadi peluang terbaik untuk pemulihan ekonomi.

"Saya tidak terlalu berharap akan hal itu (impor). Peluangnya adalah kita antar daerah saling bertukar komoditi yang surplus. Siapa yang lebih cepat menekan angka Covid-19, maka akan semakin cepat bangkit ekonominya. Kita harus sejalan menekan Covid-19 dan meningkatkan taraf hidup warga kita," harapnya.

Potensi lahan pertanian di Sumut juga sangat luas. Untuk itu, Gubernur juga berencana akan memperluas lahan pertanian di daerah ini dengan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten.

"Mengingat potensi padi kita sangat besar, sehingga surplus padi kita pun akan meningkat dan akhirnya bisa membantu kebutuhan padi di provinsi lainnya," ujarnya.