Daging kurban Pemprov Sumut dibungkus dengan besek bambu/RMOLSumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama keluarga melaksanakan Salat Idul Adha 1441 H di kediaman pribadinya Jalan Pantai Bunga Desa Pamah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang, Jumat (31/7). Salat Id dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Turut serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan para tamu. Tampak seluruh jemaah yang tidak terlalu ramai tersebut mengenakan masker dan menjaga jarak saf.

Gubernur menyampaikan, pandemi Covid-19 bukanlah halangan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, termasuk Salat Idul Adha, namun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan guna memutus rantai penularan Covid-19.

“Pandemi ini bukan halangan kita melaksanakan ibadah. Mari kita rayakan Idul Adha, ambil berkahnya, tetap kita beribadah, namun harus dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Gubernur usai Salat Idul Adha.

Salat Idul Adha yang diimami oleh Ustaz Alfan Arbudi berlangsung khusyuk dan tertib. Dalam khutbahnya Ustaz Alfan antara lain menyampaikan berkurban merupakan manifestasi semangat rela berkorban Nabi Ibrahim. Diimplementasikan dengan berbagi nikmat kepada sesama muslim.

“Mari kita mengevaluasi diri kita, sudah sejauh mana pengabdian kita kepada Allah SWT. Inilah kurban mengemban misi sosial kepada sesama muslim lainnya,” ujar Alfan.

Usai mengikuti Salat Idul Adha di kediaman Gubernur, Sekdaprov Sumut R Sabrina mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyaksikan penyembelihan sapi kurban di lingkungan Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan. Turut hadir Asisten Administrasi Umum dan Aset Pemprov Sumut M Fitriyus dan Kepala Bappeda Sumut Hasmirizal Lubis

Tahun ini, Pemprov Sumut menyembelih 154 ekor sapi ditambah 1 ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia. Sabrina memperkirakan, kupon yang akan dibagikan sebanyak kurang lebih 15.000 kupon.

“Para ASN Pemprov Sumut, Pak Gubernur dan Wagub beserta BUMD kita tahun ini berkurban sebanyak 154 ekor lembu dan 1 ekor dari Presiden. Ini adalah ibadah dari masing-masing pribadi yang disatukan, kemudian disebar ke 33 kabupaten/kota, bekerja sama dengan MUI setempat,” ujar Sabrina.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here