Jika Partai Golkar ingin kuat dan kembali menjadi pemenang Pemilu, maka harus ada nahkoda yang bisa membuat kader dan akar rumputnya bergairah.

Pakar komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mencermati, turunnya perolehan kursi parti berlambang phon beringin ini di Pemilu 2019, kemungkinan karena hilangnya sosok pemimpin dalam diri Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar.

Padahal jika ditilik dari sejarah, Golkar sempat berjaya menjadi pemenang pada Pemilu 2004 silam.

“Golkar yang tergolong partai besar dan mempunyai basis akat rumput kuat justru mengalami penurunan jumlah kursi parlemen,” ujar Suko dalam keterangannya, Rabu (3/7).

Airlangga memang memiliki posisi strategis sebagai ketum aktif,  Setidaknya, sejak Airlangga memimpin, dua tahun terakhir ini Golkar dipercaya betul oleh Jokowi.

Tapi sekarang Partai Golkar seolah kehilangan sosok kepemimpinan yang bisa mengamankan kepentingan Jokowi ke depan. Ini bisa menjadi salah satu penyebab Jokowi kurang sreg dengan Airlangga.

“Ini yang harus segera dibenahi Golkar agar dapat kepercayaan lagi,” ujar Suko. [rtw]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here